Busel

Nelayan Busel Terima Bantuan Alat Tangkap Ikan

BUTONPOS.COM, BATAUGA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikan (DKP) Busel menyerahkan kucuran bantuan sarana perikanan alat tangkap untuk nelayan, di pantai wisata, Rabu (13/12). Bantuan ini diperuntukan khusus untuk empat lembaga adat di Kecamatan Siompu dan Siompu Barat.

Bantuan ini setelah Pemkab Busel melalui Bupati Busel, Agus Feisal Hidayat menerbitkan Perbup No. 47 tahun 2017 tentang penguatan dan pengakuan lembaga adat Busel sesuai program Busel Beradat.

Perangkat adat Biwinapada, Kecamatan Siompu La Mitu (73) mengapresiasi dan mengucapkan syukur atas realisasi bantuan alat sarana tangkap perikanan kepada lembaga adat. Sebab, segian besar masyarakat berprofesi sebagai nelayan. Bantuan ini sangat bermanfaat dalam mendukung nelayan dalam mencari ikan.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Sebagai masyarakat adat di Siompu, kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemkab Busel yang sudah memberikan bantuan ini. Sebab dengan bantuan ini masyarakat akan bertambah penghasilannya, akan semangat berusaha,” ujarnya kepada Buton Pos, kemarin.

Olehnya itu, ia berharap, bantuan seperti ini tak cukup sampai disini. Namun terus bertambah ditahun berikutnya dalam bentuk program pemberdayaan lainnya, guna mendukung usaha dan mempermudah masyarakat mencari tambahan penghasilan. Sehingga penghasilan masyarakat bertambah dan terus meningkat.

Kepala DKP Busel, Heru Sungkowo menjelaskan, bantuan ini dalam upaya pemerintah untuk memaksimalkan potensi kelautan dan perikanan Busel agar dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat lokal.

Bantuan ini kata Heru, merupakan kerja sama antara DKP Busel dengan Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut KKP. Pemkab akan fokus bahwa kelembagaan adat di Siompu akan dibina menjadi lembaga adat yang punya nilai tambah. Bisa mengangkat kearifan lokal, terutama lembaga adat dalam mendukung program kelestarian sumber daya perikanan di daerah.

“Sehingga KKP berinisiatif untuk mengadakan pembinaan-pembinaan berkelanjutan. Kami Pemkab Busel khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan Busel sangat mendukung hal itu. Hari ini kita sudah saksikan penyerahan bantuan beberapa sarana perikanan tangkap dari tim KKP ke lembaga adat,” ujarnya usai penyerahan bantuan.

Kata Heru, ini merupakan bantuan dalam langkah awal. Selanjutnya akan ada tindak lanjut bantuan lain berupa pemberdayan yang berkelanjutan. Baik itu masyarakat adat itu sendiri atau masyarkat lokal. Dalam rangka pelestarian adat dalam mendukung kearifan lokal dan juga kelestarian sumber daya perikanan.

Ia menembahkan, dari dinas nantinya akan mengawal, mendampingi dan memberdayakan masyarakat di lapangan, sehingga program ini bisa berjalan sesuai harapan. Nantinya bagimana dari bantuan itu tingkat pemanfaatannya yang dilaksanakan masyarakat. Bagaimana tingkat pengembangannya. Jika dibutuhkan dukungan untuk program lain. DKP Busel akan memprogramkan di tahun berikutnya, berupa program pendukung.

Heru juga mengakui, dengan keterbatasan anggaran daerah, bantuan dan dukungan dari anggaran pemerintah pusat dalam upaya percepatan memaksimalkan potensi perikanan dan kelautan ini di Busel sangat diharapkan.

“Sehingga dengan dukungan pemerintah pusat, otomatis harus bersinergi dengan dukungan pemerintah daerah terhadap masyarakat kita. Karena kita bersyukur juga, dengan minimnya anggaran pemerintah daerah, kita didukung dengan anggaran pemerintah pusat dalam hal ini KKP dengan anggaran cukup besar,” katanya.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Busel, Nafiruddin menambahkan, dalam upaya pemerintah memaksimalkan potensi perikanan dan kelautan sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat lokal seutuhnya.

Ia merincikan, bantuan yang diberikan yakni coolbox 21 unit. Pancing tuna yakni tali pancing untuk tuna nomor 80 sebanyak 10 pack, tali pancing untuk tuna nomor 40 sebanyak 5 pack, gulungan selang nomor 9 sebanyak 50 Pc. Mata pancing tuna nomor 1 sebanyak tiga Kt. Kili-kili sebanyak tiga gross.

Jaring gil net dasar yakni jaring gil net dasar jaring nilon d6x2 1/4 140/100 yd 40 pcs. Tali Ris atas ukuran 4 mm sebanyak 33 kg, tali ris ukuran atas 6 mm sebanyak 73 kg. Tali selambar 12 mm sebanyak 98,5 kg.Benang nilon ukuran 0,6 mm tiga pak, pelampung y3 putih 4,000 pc. Pelampung bola 8 AA putih 80 buah.

Jaring gil net permukaan yakni jaring gill net permukaan (js 0.3 x 2. 70 /80 yk sebanyak 40 pc. Jaring gill net permukaan (js 0.3 x 1.5 70/80 yk) 40 pc. Tali ris atas ukuran 3 mm 24 kg, tali ris bawah ukuran 2 mm sebanyak 45 kg, senar jaring no. 0.30 sebanyak 80 rol. Pelampung sandal warna 160 pak, pemberat timah c2b 320 pak.

“Kita berharap bantuan ini tak berhenti sampai disini, tapi terus berlanjut. Dan juga masyarakat dapat memanfaatkan semaksimalnya bantuan ini dalam peningkatan kesejahtraannya,” tutup Nafiruddin. (aga)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker