Sultra

Oknum Bidan di Kolaka Diduga Terlibat Praktik Aborsi Ilegal

PUBLIKSATU.COM, KOLAKA – Informasi kurang sedap datang dari lingkungan instansi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kolaka. Salah seorang bidan yang sehari-hari bertugas di Puskesmas Lalombaa, Kecamatan Kolaka dikabarkan terlibat praktik pengguguran kandungan atau aborsi secara ilegal.

Informasi terkait kasus “abortus” tersebut mulai terungkap awal pekan lalu, dan penanganannya kini diambil alih Dinkes dengan membentuk tim khusus penanganan.

Hingga Senin (13/5) belum diperoleh penjelasan rinci mengenai kasus yang diduga melibatkan bidan “S” dan seorang pasien wanita.

Kepala Dinkes Kabupaten Kolaka, Harun Masirri yang dikonfirmasi awal pekan lalu belum bersedia memberi penjelasan rinci menyangkut kasus dugaan aborsi tersebut.

Meski demikian, Harun Masirri tidak membantah informasi dugaan keterlibatan salah seorang bidan yang sehari-hari bertugas di Puskesmas Lalombaa itu.

“Sudah diambil langkah pembinaan secara berjenjang mulai dari Puskesmas, profesinya dan selanjutnya di tingkat Dinas Kesehatan,” ujar Harun melalui pesan WhatsApp.

Mengenai konsekuensi hukum atas dugaan pelanggaran sumpah tenaga kesehatan, Harun menolak menjelaskan dengan alasan kasus yang melibatkan bidan “S” sudah diselesaikan melalui pendekatan profesi dan kekeluargaan.

“Kalau pasiennya (wanita yang menggugurkan kandungan) menuntut bisa saja, tapi informasi sudah ada pernyataan pasien bahwa yang bersangkutan tidak menuntut. Walaupun demikian pembinaan dan sanksi tetap kami terapkan,” pungkas Harun Masirri. (m6)

Oknum Bidan di Kolaka  Diduga
Terlibat Praktik Aborsi Ilegal

PUBLIKSATU.COM, KOLAKA – Informasi kurang sedap datang dari lingkungan institusi  dinas kesehatan Kabupaten Kolaka.

Salah seorang bidan yang sehari-hari bertugas di Puskesmas Lalombaa, kecamatan  Kolaka dikabarkan  terlibat praktik pengguguran kandungan atau aborsi secara ilegal.

Informasi terkait kasus “abortus” tersebut mulai terungkap awal pekan lalu, dan penanganan atas kasus tersebut kini diambil alih dinas kesehatan dengan membentuk tim khusus penanganan.

Hingga Senin (13/5) belum diperoleh penjelasan  rinci mengenai kasus yang diduga melibatkan salah seorang bidan Puskesmas itu dan seorang pasien wanita.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, Harun Masirri yang dikonfirmasi awal pekan lalu belum  bersedia memberi penjelasan rinci menyangkut kasus dugaan  aborsi tersebut.

Meski demikian Harun Masirri tidak membantah informasi  keterlibatan salah seorang bidan yang sehari-hari bertugas di Puskesmas Lalombaa itu.

“Sudah diambil langkah pembinaan secara berjenjang mulai dari Puskesmas,  profesinya dan selanjutnya di tingkat dinas kesehatan,” ujar Harun melalui pesan whatsapp.

Mengenai konsekuensi hukum atas dugaan  pelanggaran  sumpah tenaga kesehatan, Harun menolak menjelaskan, dengan alasan kasus yang melibatkan  bidan tersebut sudah diselesaikan melalui pendekatan profesi dan kekeluargaan.

“Kalau pasiennya (wanita yang menggugurkan kandungan) menuntut bisa saja,  tapi informasi sudah ada pernyataan pasien bahwa  yang bersangkutan tidak menuntut. Walaupun demikian pembinaan dan sanksi tetap kami terapkan,” pungkas Harun Masirri.(m6)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker