Baubau

Panas, Warga vs PLN Bahas Lokasi “SUTET”

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU — Akhirnya pihak Perusahaan Listrik Negera (PLN) sudah menggelar pertemuan dengan warga Perumnas Waruruma. Meski pertemuan membahas pembangunan tower saluran udara tegangan tingga (SUTT) itu sempat memanas, namun pihak PLN siap menggeser lokasi.

Pertemuan tersebut difasilitas Camat Kokalukuna dan Lurah Waruruma serta dihadiri pihak Polsek Kokalukuna. Pihak PLN diwakili Manajer Pertanahan PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi Bagian Selatan, Zul Munawir.

Zul Munawir yang datang khusus dari Makassar itu mengawali pertemuan dengan melakukan presentasi tentang rencana pembangunan tower SUTET di Kota Baubau. Dia memulai dengan meluruskan informasi yang diterima warga kalau yang dibangun towernya itu adalah saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET).

Menurutnya untuk seluruh Sulawesi, termasukan Baubau kapasitasnya 150 KV, maka berdasarkan peraturan menteri ESDM, masuk kategori saluran udara tegangan tinggi (SUTT). “Yang akan dibangun jaringannya ini bukan SUTET tapi SUTT. Kalau SUTET kapasitasnya 275 sampai 500 KV,” katanya.

Zul Munawir juga memaparkan tentang ruang bebas dan jarak bebas minimum pada saluran tegangan tinggi. Sesuai Permen ESDM No. 2 Tahun 2019, untuk SUTT kapasitas 150 KV ruang bebas dari tiang tower hanya 10 meter, SUTT memiliki jarak bebas 13,5 meter dari permukaan tanah dengan tinggi maksimal bangunan 8 meter. Tinggi keseluruhan tiang tower 33 meter.

Usai pemaparan dilanjutkan dengan dialog. Pada kesempatan itu, warga tidak menerima begitu saja pejelasan pihak PLN. Mereka masih mempertanyakan banyak hal, termasuk dokumen perizinan yang dimiliki pihak PLN. Walaupum disebutkan semua lengkap, mereka juga ingin ditunjukkan bukti secara fisik, sementara surat-surat itu ada di Makassar.

Apalagi mereka mulai mempertanyakan proses mendapatkan izin diragukan, sebab kalau dijalankan sesuai aturannya mustahil warga sekitar tidak dilibatkan. Namun ketegangan itu bisa diredakan atas kerja cepat dan persuasif dari pihak keamanan.

Sesuai kesepakatan dalam pertemuan tidak ada perdebatan dan pengambilan keputusan di lokasi. Para pihak hanya datang mengukur lokasi pertama dan lokasi baru yang ditawarkan pihak PLN.

Pembahasan lebih lanjut untuk mengambil keputusan akan dilakukan pada pertemuan lanjutan hari Jumat (10/1) di tempat yang sama untuk menyepakati pergeseran lokasi pembangunan tower SUTT yang dianggap bermasalah oleh warga.

Setelah itu dilanjutkan dengan tinjauan lokasi tower SIP 263 pinggir timur Kompleks Perumanas. Puluhan peserta pertemuan ikut ramai meninjau lokasi, yaitu dari pihak kepolisian, perintah kecamatan dan kelurahan, PLN dan warga Waruruma.

Di lokasi sesuai kesepakatan tidak boleh ada dialog pembahasan lokasi. Mereka hanya boleh melihat lokasi dan mengukur jarak batas tanah warga dengan lokasi tower pertama dan lokasi kedua hasil pergeseran yang ditawarkan pihak PLN. Setelah itu pulang.

Terkait izin-izin yang dimiliki pihak PLN sebagai dasar hukum pelaksanaan proyek akan dibahas dua hari lagi. Dalam pertemuan itu juga pihak PLN akan akan menunjukan langsung izin-izin itu. (p20)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker