Muna

Pasien BPJS “Diusir” Dari RSUD Raha

PUBLIKSATU.COM, MUNA – Wa Ode Baka, pasien BPJS mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pihak pengelola RSUD Raha. Tiga hari pasca menjalani operasi persalinan, pihak pengelola rumah sakit berplat merah itu “mengusirnya” saat tengah terbaring lemah dengan infus dan kateter yang terpasang di kamar Mawar 2 rumah sakit lama.

Ceritanya, Jumat (2/3), sekira pukul 09.00 Wita, Wa Ode Baka sedang istirahat dengan jarum dan selang infus masih terpasang ditangannya. Tiba-tiba datang petugas yang membawa pasien baru, ia lalu disuruh untuk turun dari tempat tidurnya, karena akan digunakan oleh pasien baru.

Dengan kondisi lemas, ia bersama suami dan bayinya lalu keluar dari ruangan itu. Mereka terpaksa duduk di depan kamar bercampur dengan barang-barang untuk menunggu mobil untuk pulang ke kampungnya di Desa Lahontoe, Kecamatan Tongkuno.

Dengan kondisi yang masih lemas, Wa Baka harus menahan rasa sakit bekas operasinya. Begitu pula bayinya. Sesekali ibu Wa Baka masuk ke kamar Mawar 4 untuk menidurkan bayi yang baru berusia tiga hari itu.

Informasi yang didapat suaminya, La Fini, Wa Baka harus meninggalkan kamar karena batas perawatan hanya tiga hari. Selebihnya itu, Wa Baka harus turun control. “Kata bidan, tidak bisa dirawat sampai sembuh. Batasnya hanya tiga hari,” katanya.

La Fini merasa keberatan dengan pelayanan RSUD. Ia hanya menduga kemungkinan karena pasien BPJS, istrinya lantas tidak mendapatkan pelayanan maksimal. “Kondisi istriku belum stabil. Dia masih lemas pasca operasi. Kalau terjadi apa-apa bagaimana? Jangan anggap karena kita otang tidak mampu lantas dibuat seenaknya,” kesalnya.

Sementara itu, pihak RSUD belum memberikan keterangan resmi. Dirut RSUD Raha, dr Agus Susanto yang coba dikonfirmasi tidak berada di tempat. “Lihat saja mobilnya, kalau tidak ada berarti tidak masuk. Beliau memang jarang masuk kantor,” kata salah seorang petugas RSUD. (cr1)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker