Buteng

Pastikan Dapat Bantuan, Kades Doda Bahari Upayakan Warga Miskin Miliki KTP-el dan KK

PUBLIKSATU.COM, BUTON TENGAH – Mengetahui ada warga miskin tak pernah dapat bantuan selama ini dikarenakan belum memiliki data kependudukan, Kepala Desa (Kades) Doda Bahari Abdul Hanis Anto secepatnya mengupayakannya dengan mencetakan Kartu Keluarga (KK) dan KTP-el mereka di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Buton Tengah (Buteng).

Salah satu keluarga yang diupayakannya adalah kakak beradik Rahima (67) dan Waandi (53). Sejak kecil, Rahima sudah Tunawicara (Bisu) dan Waandi menderita penyakit Epilepsi (Ayan). Keduanya sudah kehilangan ayah semasa kanak-kanak dan dibesarkan ibunya Wa Sai yang hanya pencari kayu bakar di hutan.

Sepuluh tahun lalu sang ibu telah meninggalkan mereka selama-lamanya menghadap Ilahi. Untuk bisa bertahan hidup, Rahima terpaksa bekerja serabutan mengikat bibit rumput laut milik orang lain dengan gaji pas-pasan. Sayangnya, usaha budidaya rumput laut di Desa Doda Bahari saat ini mengalami paceklik, karena bibit yang mereka turunkan di rakit selalu dimakan gerombolan ikan.

Kondisi ini membuat Rahima kehilangan pekerjaan. Terpaksa bekerja apa saja membantu orang lain, asalkan bisa makan hari itu dengan adiknya. Beruntung masih ada keluarga dan tetangga yang memberikan belas kasihan kepada mereka untuk bisa bertahan hidup.

“Keluarga seperti ini yang harus prioritas dibantu bila ada bantuan sosial dari pemerintah pusat, daerah, maupun pemerintah desa sendiri. Selama ini mereka luput dari perhatian, sehingga tidak pernah mendapatkan bantuan apapun,” ungkap Abdul Hanis Anto kepada media ini, Kamis (13/02).

Menurut Kades yang baru menjabat satu bulan lebih ini, Rahima dan Waandi selama ini tidak memiliki data kependudukan seperti KK dan KTP-el. “Sekarang kita upayakan mereka memiliki KK dan KTP-el, supaya bila ada pendataan warga miskin bisa mendapat Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Raskin, dan lain-lain sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan pemerintah,” papar Hanis.

Apalagi saat ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Buteng mulai melakukan pendataan memeperbarui data lama yang kebanyakan sudah tidak tepat untuk masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT). “Dinsos Buteng sekarang mulai melakukan pendataan warga miskin. Rahima dan Waandi yang sudah memiliki data kependudukan sudah bisa masuk dalam DBT pusat,” tandasnya.

Hanis mengaku, dalam data kependudukan yang diurus pihaknya di Dinas Dukcapil Kabupaten Buteng, Rahima menjadi kepala keluarga dalam kartu KK dan Waandi sebagai anggota keluarga. “Rahima tadi sudah dibonceng salah satu perangkat desa turun ke Lakudo untuk melakukan perekaman dan langsung dicetakan KTP-nya,” bebernya.

“Tinggal Waandi yang belum lakukan perekaman. Takutnya nanti tiba-tiba datang penyakit Ayan-nya saat dibonceng pakai sepeda motor. Apalagi dari Baruta Doda Bahari ini ke Lakudo sangat jauh jaraknya. Nanti Waandi kita usahakan saja diantar pakai mobil ke Dinas Dukcapil untuk melakukan perekaman,” janji Hanis.(uzi)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker