Muna

Pembagian Rastra di Mubar Lancar

PUBLIKSATU.COM, MUNA BARAT – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat (Mubar) dalam membantu warga kurang mampu patut diacungkan jempol. Pembagian beras sejahtera (Rastra) selama beberapa tahun ini tidak pernah ketinggalan. Setiap bulan pembagian beras bagi warga kurang mampu tersebut selalu tepat waktu.

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Mubar, La Ode Samuli mengatakan, pembagian rastra di Mubar selama beberapa tahun terakhir ini berjalan aman dan lancar. Pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) memberikan beras tepat waktu.

“Kita kawal terus pembangian rastra. Dan pihak Bulog tidak pernah kekurangan stok beras. Sehingga pemberiannya selalu tepat waktu tiap bulan. Beras yang dikirim oleh Bulog itu langsung diserahkan ke desa-desa yang selanjutnya diberikan kepada warga penerima manfaat,” ungkapnya.

Khusus tahun 2019 ini kata dia, pembagian rastra sudah berjalan lima bulan. Sekarang tinggal menunggu pendistribusian bulan ke enam yakni Juni ini. Rastra ini dikhususkan bagi warga miskin yang tercatat sebanyak 8.881 kepala keluarga (KK).

“Per KK mendapatkan 10 kilogram setiap bulannya. Jika pembagiannya setelah tiba di desa nanti dilakukan secara merata, artinya termasuk yang tidak tergolong KK miskin itu di luar jangkauan kami. Tergantung kebijakan kepala desa (Kades) setempat,” katanya.

Setiap pendistribusian beras, pihak Dinsos terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap kualitas beras. Pelaksana Kades Loworo itu memastikan bahwa beras yang diberikan pihak Bulog itu benar-benar layak dikonsumsi oleh warga kurang mampu.

“Yang kelola beras itu Dolog. Tetapi kita tetap melakukan pengawasan untuk memastikan bahwa beras yang akan dikonsumsi oleh masyarakat miskin ini benar-benar layak. Jadi sebelum disalurkan kepada warga penerima manfaat, kita cek dulu kualitasnya. Jangan sampai kondisi beras rusak,” tandas dia.

Menurutnya, pembagian rastra sudah tidak lagi ada pembebanan biaya. Masyarakat mendapatkan beras tersebut secara gratis. “Sudah tidak lagi membayar sekarang. Beras itu diambil secara gratis, dan yang tanggung anggarannya Kementerian Sosial (Kemensos),” pungkas La Ode Samuli. (p5)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker