Sultra

Pembangunan di Konkep “Dominan” Masuk Kawasan Hutan

BUTONPOS.COM, LANGARA – Pemda Konkep sebaiknya segera mengambil terobosan besar untuk merestrukturisasi kembali tata pola pembangunan yang dijalankan saat ini agar terhindar daripermasalahan hukum. Khususnya obyek kegiatan pembangunan yang dilaksanakan ke depan agar tidak berujung polemik hukum ditengah masyarakat.

Pasalnya, sesuai gambaran pemetaan wilayah kawasan hutan di

Konkep sebagaimana yang disampaikan Kepala BPKH Sultra, Lontas Joner Sirait mengatakan “dominan” kawasan hutan di Konkep sudah tersentuh kegiatan pembangunan mulai tingkat kabupaten hingga ke pelosok desa.

Menurut Lontas Joner Sirait, atas kondisi itu pemda setempat harus secepatnya melakukan inisiatif mengajukan permohonan izin peruntukan lahan kawasan kepada pemerintah pusat berdasarkan ketentuan Perpres nomor 88 tahun 2017 tentang penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan.

“Kami melihat dari peta lahan kawasan di Konkep memang sudah tersentuh kegiatan masyarakat (petani, red) termasuk obyek pembangunan pemerintah sudah masuk area kawasan. Kondisi ini segera dipikirkan dan diajukan permohonannya kepada pemerintah pusat mengenai peruntukannya,” tandas Lontas Jonner Sirait ketika menghadiri kegiatan sosialisasi Perpres nomor 88 tahun 2017 yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pemda Konkep, Senin (18/12/17).

Sementara itu sambutan Bupati Konkep yang dibacakan Sekda Konkep, Cecep Trisnajayadi mengatakan pihaknya menyambut baik dilaksanakannya sosialisasi perpres tersebut dalam rangkamemberikan pemahaman kepada pemda maupun publik mengenai tata cara proses penyelesaian penguasaan tanah yang masuk dalam kawasan hutan.

“Pemda setempat sangat mengapreasiasi dilaksanakannya kegiatan sosialisasi tersebut agar kedepan dapat memberikan pemahaman yang baik soal cara penyelesaian tanah yang masuk kawasan hutan,” ujar Cecep Trisnajayadi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kanwil BPN Sultra, utusan Kehutanan Sultra, jajaran pejabat struktural serta perangkat desa se Kabupaten Konkep. (P4)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker