Baubau

Pembunuhan di Jalan Perintis, Terdakwa Divonis 16 Tahun

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Masih ingat peristiwa pembunuhan yang terjadi di Jln Perintis Kelurahan Katobengke pada 13 Mei 2019 lalu? La Ode Fatah selaku pelaku pembunuhan RK itu, Kamis (3/10) sudah divonis 16 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Baubau.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim itu lebih rendah dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) yang menuntut terdakwa selama 18 tahun penjara.

Menurut majelis hakim, terdakwa telah terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana. La Ode Fatah didakwa dengan pasal 340 KUHP dalam dakwaan primair.

“Mengadili terdakwa La Ode Fatah terbukti bersalah melakukan pembunuhan dengan rencana dan menjatuhkan putusan selama 16 tahun penjara dan membayar biaya perkara sebesar Rp 2 ribu,” kata Rommel Franciskus Tampubolon SH, selaku hakim ketua.

Adapun hal yang memberatkan terdakwa, yakni telah menimbulkan duka yang mendalam bagi keluarga korban. Kemudian melakukan pembunuhan secara sadis dan menyebabkan korban meninggal.

Adapun hal yang meringankan, terdakwa merasa bersalah, menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengunglanginya lagi.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, majelis hakim PN Baubau yang diketuai Rommel Franciskus Tampubolon SH, didampingi dua orang hakim anggota Abdul Hakim Pasaribu SH dan Muhajir SH, pada sidang yang lalu telah memeriksa beberapa orang saksi. Termasuk pemeriksaan terdakwa di ruang sidang PN Baubau belum lama ini.

Dalam keterangannya terdakwa di hadapan majelis hakim, korban sering melakukan pemalakan dan apabila korban tidak diberikan uang maka tidak segan-segan melakukan pemukulan. Alasan itulah, sehingga terdakwa pulang mengambil parang di rumahnya. Setelah itu, kembali menemui korban tanpa berkata-kata langsung mengarahkan parangnya ke arah korban.

“Dia (Korban, red) sering palak-palak anak-anak lorong. Kalau tidak dikasi dia langsung memukul,” kata terdakwa, di hadapan majelis hakim.

Berdasarkan informasi yang didapat, saat itu terdakwa sedang makan di salah satu kedai di Jln Perintis. Tiba-tiba terdakwa melihat korban bersama dengan teman-temannya sedang mabuk. Akhirnya muncul niat terdakwa untuk mengambil parang di rumahnya, lalu kembali dan mengakhiri hidup korban.

“Saya sangat menyesal yang mulia dan saya berjanji tidak akan mengulanginya kembali,” tutupnya. (m2)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker