Buteng

Pemkab Buteng Rutin Rakor Triwulan Bidang Ekonomi

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Setiap tiga bulan sekali, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) melalui Bagian Ekonomi, SDA dan ESDM selalu menggelar menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan SKPD untuk melakukan evaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan dan merencanakan kegiatan kedepannya.

“Rakor triwulan SKPD kita lakukan untuk memonitoring dan mengevaluasi kerja-kerja SKPD dan menjabarkan program 2018 nanti yang sejalan dengan visi misi bupati. Program ini harus disingkronkan antara SKPD sehingga bisa selaras dan bersinergi agar tidak terjadi benturan kewenangan di lapangan nanti,” ungkap Asisten III Setda Buteng LM Mursal Zubair usai memimpin rapat Rakor, belum lama ini.

Maka itu, kata dia, Rakor antara SKPD ini sangat penting untuk mengetahui kendala-kendala apa yang akan dihadapi nantinya dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di Kabupaten Buteng sebagai muara dari visi misi bupati lima tahun kedepan.

Ditambahkan Kabag Ekonomi, SDA dan ESDM Irwan S Rajab, Rakor triwulan yang difasilitasi pihaknya tersebut dalam rangka koordinasi, monitoring, evaluasi, supervisi, singkronisasi, dan harmonisasi.

“Menjelang 2018 ini, rakor difokuskan persiapan perencanaan dan penganggarannya yang bermuara pada visi dan misi ekonomi bupati,” tukasnya.

Dalam rakor perencanaan 2018, Pemkab Buteng bersepakat mendorong SKPD yang menjadi sektor unggulan untuk dioptimalkan penganggarannya. “Sistem anggaran kita berbasis kinerja, sehingga untuk mengoptimalkan kinerja harus didukung pula dengan penganggaran yang optimal. Karena sektor unggulan merupakan perpanjangan tangan merealisasikan visi misi bupati,” terangnya.

Dalam pemerintahan juga, kata Irwan, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri harus ada fungsi lintas koordinasi. Misalkan Dinas pariwisata harus didukung Dinas PU untuk membangun jalan menuju obyek wisata.

“Dalam mengawal pemerintahan baru ini, nantinya akan membentuk tim untuk menginventarisir kendala-kendala yang mungkin timbul dalam pencapaian visi misi bupati. Kemudian kendala-kendala itu akan kita bawa dalam forum Rakor triwulan untuk kita kumpulkan pendapat dan cari solusinya. Kalau mandek, kita akan koordinasikan dengan DPRD, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” jelasnya.

Selanjutnya dibentuk tim evaluasi dan monitoring terkait pencapaian visi misi bupati, misalkan sudah berapa persen capaiannya atau masih ada yang kurang. “Ini akan menjadi tugas-tugas dari Kesekretariatan. Namun bila ingin didukung dari luar sekretariat itu bisa saja seperti mengangkat staf khusus dari universitas atau profesional lainnya,” pungkasnya.

Jika ini bisa diwujudkan, maka pencapaian visi misi bupati selama lima tahun kedepan akan terealisasi dengan baik. (uzi)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker