Buton

Pemkab Buton Rencana Bangun Destinasi Wisata Baru

BUTONPOS.COM, PASARWAJO – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (ITB) memaparkan penyusunan Detail Enginering Desain (DED) pemulihan lahan akses terbuka bekas tambang pasir di Desa Kancinaa, Kabawakole dan Kelurahan Wasaga, Kecamatan Pasarwajo, kepada pemerintah Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara di Aula Kantor Bupati Lantai II, Jumat (22/12/17).

Dalam pemaparannya, Direktur Pemulihan Kerusakan Lahan Terbuka Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Sulistyowati menjelaskan pengembangan pemulihan akses lahan terbuka direncakanan menjadi stimulasi untuk dikembangkan di daerah lain di Kabupaten Buton.

“Rencananya kami harap ini menjadi stimulan bagi pak bupati untuk mengembangkan di daerah lain,” katanya.

Lebih lanjut, Sulistyowati menjelaskan pemulihan akses dalam bentuk Taman Wisata itu tidak hanya mengembalikan fungsinya melainkan juga dapat mengangkat nilai ekonomi dan sosial masyarakat.

“Pemulihan akses lahan terbuka ini tidak hanya mengembalikan fungsinya dari pantai tapi juga untuk mengangkat nilai ekonomi juga nilai sosial dengan pembuatan reklamasi pantai dalam bentuk Taman Wisata Pasarwajo,” ujarnya.

Sulistyowati menjelaskan agar masyarakat dapat bersama-sama menjaga taman tersebut. Maka masyarakat atau anak sekolah diajak untuk menjaga pohon yang ada di taman wisata itu.

Nah, bagi mereka yang berhasil menjaga pohon, maka diberikan beasiswa. Mereka pun dibolehkan menamai pohon yang mereka tanam atau jaga dengan namanya sendiri.

Sementara itu, Dosen Fakultas Kehutanan Bogor Institut Teknologi Bandung, Dr Soni Trison menjelaskan pemulihan lahan akses terbuka bekas tambang pasir seluas 3800 Ha terbagi tiga Desa. Dengan program reklamasi akan dibagi menjadi tujuh zona.

“Yang diusulkan sebanyak 3800 Ha yang terbagi atas tiga Kancinaa, Kabawakole dan Kelurahan Wasaga,” katanya.

Soni menjelaskan dilihat dari data citra satelit dari tahun 1983-2017 perubahan mengusutan daratan selama 24 tahun seluas 70 Meter. Hal ini jika tidak diupayakan, maka pesisir pantai itu akan habis.

Sementara itu, Plt Bupati Buton, La Bakry menyadari betul akan bahay yang ditimbulkan dari dampak penambangan pasir. Olehnya itu, ia sangat mendukung program pemulihan eks kawasan tambang pasir tersebut.

“Kita berharap ada sinergi di sana untuk lingkungan kita pulihkan,” katanya.

La Bakry menjelaskan, pemulihan kawasan penambangan pasir, tidak mesti menjadi satu ketakutan bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari tambang. Pasalnya Pemkab tidak akan tinggal diam. Tetap akan dicarikan pekerjaan yang layak.

“Masyarakat yang tadinya menggantungkan hidupnya dari tambang pasir bisa kita alihkan dengan sumber penghasilan yang tidak kala pentingnya untuk menggantikan,” ujarnya.

Tak hanya itu, La Bakry menjelaskan Pemkab akan ambil bagian dari rancangan anggaran pembuatan reklamasi.

“Mungkin ada satu zona juga yang kami bisa ikuti melalui APBD,” tuturnya. (po1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker