Seputar Indonesia

Pemkab Malang Terus Mencegah Pengiriman Pekerja Migran Ilegal

PUBLIKSATU.COM – Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di Kabupaten Malang terbilang cukup rendah. Meskipun begitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terus mencegah adanya pengiriman PMI ilegal.

Plt Bupati Malang Sanusi mengatakan, berdasarkan data, angka PMI ilegal dari Kabupaten Malang adalah yang terendah di Jawa Timur. Bahkan angkanya di bawah 10 jiwa.

“Ada datanya dari Jawa Timur. Kami terkecil, dengan kurang dari 10 orang,” ujar Sanusi.

Meskipun begitu, pihaknya masih terus melakukan pencegahan pengiriman PMI ilegal. Pasalnya, kewenangan di daerah hanya sebatas memberikan pencegahan dan perlindungan secara terbatas.

“Untuk perlindungan di luar negeri tetap menjadi kewenangan dari pemerintah pusat. Pasalnya, di daerah memiliki kesulitan untuk koordinasi lintas negara,” kata dia.

Sanusi mengungkapkan, pihaknya hanya bisa mendesak agen penyalur di daerah agar menyalurkan dengan sesuai prosedur. Sebenarnya banyak kerugian menjadi PMI Ilegal. Salah satunya, ketika terjadi masalah di negara tujuan, pemerintah di dalam negeri tidak bisa berbuat banyak. Sebab, keberangkatannya tidak tercatat secara resmi di negara.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena mereka ilegal, tidak ada catatan. Kalau legal beda lagi, kami bisa melakukan berbagai upaya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo menjelaskan, berdasarkan data dari BNP2TKI per 14 Januari 2019, Provinsi Jawa Timur merupakan pengirim PMI terbanyak di Indonesia. Yakni dengan jumlah mencapai 60.714 jiwa.

Sementara Kabupaten Malang sendiri menduduki peringkat 10 secara nasional dalam hal jumlah pengiriman PMI. Yakni mencapai 6.987 orang.

Sementara itu, berdasarkan data dari UPT Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Malang menduduki urutan ketiga secara provinsi dengan pengiriman jumlah PMI sebanyak 8.839 jiwa.

Dia menjelaskan, terkait dengan pengerahan PMI asal Kabupaten Malang, dalam satu hari pihaknya bisa melayani setidaknya 20 orang calon PMI. “Dalam sebulan, tidak kurang dari 400 orang kami layani untuk pengurusan keberangkatan PMI,” jelasnya.

Sementara itu, hingga Januari 2019, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang mencatat ada sebanyak 17 PMI yang meninggal dunia. Rata-rata dikarenakan sakit. Dari belasan PMI yang meninggal dunia tersebut, tiga diantaranya merupakan PMI nonprosedural alias ilegal.

Melihat hal itu, pihaknya terus berupaya untuk melakukan pencegahan terhadap pemberangkatan PMI ilegal. Menurutnya, salah satu alasan terjadinya pengiriman pekerja ilegal karena minimnya informasi yang didapatkan oleh calon PMI.

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker