Baubau

Pemuda di Baubau Tewas Mengenaskan dengan Delapan Bacokan, Ini Motifnya

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Pemuda di Baubau berinisial R (20) tewas mengenaskan dengan delapan kali luka bacok di wajah dan leher. Tersangka FT membacok korban karena dendam pribadi.

Kasat Reskrim Polres Baubau AKP Ronal Arron Maramis dalam keterangan persnya, Senin (13/5/ 2019) di Gedung Humas Polres Baubau membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pembacokan terjadi di Jalan Sapati Manjawari, Kelurahan Bone-bone, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

Butuh waktu satu jam dari waktu kejadian, Polres Baubau berhasil mengamankan tersangka FT jenis kelamin laki-laki (21) pekerjaan swasta, Kecamatan Betoambari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

“Motif pelaku melakukan penganiayaan tersebut yaitu dendam pribadi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Baubau AKP Ronal Arron Maramis, saat pers rilis di Gedung humas Polres Baubau

Kronologis kejadian sekitar Pukul 00.15 wita, tersangka sementara makan di kedai kopi 24/7, tiba-tiba pelaku mendengar ada keributan di luar kedai kopi, dan seketika pelaku langsung berdiri keluar.

Setelah melihat keributan tersebut tersangka langsung menuju rumahnya untuk mengambil sebilah parang, kemudian tersangka kembali ke Kedai kopi 24/7 dengan mengambil jalan memutar lewat belakang sebuah Wartel yang tak jauh dari kedai tersebut.

“Setibanya di belakang kedai kopi 24/7, pelaku melihat korban sementara duduk di jalan raya tepatnya di samping kedai kopi 24/7 dan pelaku langsung mendekati korban dan langsung menganiaya korban dengan menggunakan sebilah parang ke arah wajah dan leher sebanyak kurang lebih delapan kali. Akibat dari penganiayaan tersebut terdapat luka robek di kepala bagian muka, leher bagian depan dan belakang sehingga korban meninggal,” jelasnya.

Saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Sat Reskrim Polres Baubau berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/ 60/VI 2019/SULTRA / RES. BAU BAU. tanggal 13 Mei 2019. Dan Surat perintah penyidikan nomor: Sp. Sidik56 V1 2019/Reskrim, tanggal 13 Mei 2019.

“Pelaku dikenakan Pasal 340 Subsider, 338 KUHPidana dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup atau minimal penjara 20 tahun. Barang Bukti yang diamankan yaitu satu buah parang, satu lembar baju warna hitam,” tegasnya. (Cro1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker