Baubau

Penderita Trauma Tumpul Kepala Ditolak RSUD Palagimata

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Seorang anak 10 tahun, Al Risman tidak diberikan pelayanan menggunakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di RSUD Palagimata Kota Baubau.

Bocah ini divonis trauma tumpul kepala setelah jatuh dari mobil pick up yang melaju di Desa Lapara, Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Minggu (4/8) lalu.

Sang paman, Ramil mengatakan, pada saat kecelakaan itu, ponakannya mendapatkan penanganan awal dari perawat desa. Karena kondisi makin parah, perawat desa menyarankan untuk dirawat di Puskesmas Siompu.

“Puskesmas tidak berani menangani lebih jauh. Lalu Puskesmas membuat surat rujukan agar dibawa ke Rumah Sakit Palagimata ini,” ujar Ramil dikonfirmasi di halaman RSUD Palagimata, Rabu (7/8).

Hasil pemeriksaan Puskesmas Siompu yang tertuang dalam surat rujukan, urai dia, Al Risman mengalami bengkak pada mata bagian kiri, kepala bagian belakang lembek. Al Risman divonis mengalami trauma tumpul kepala.

“Selasa 6 Agustus kemarin sekitar jam tiga sore kami datang di rumah sakit ini. Bukannya dilayani, tapi malah disuruh pulang dulu. Alasannya rumah sakit tidak begitu jelas. Hanya tidak mau ditangani karena korban kecelakaan,” bebernya.

Pihak RSUD Palagimata, tutur dia, hanya mengarahkan kelurga pasien untuk meminta penjelasan langsung ke BPJS Kesehatan. Pihak BPJS Kesehatan pun meminta pasien untuk buat surat keterangan kecelakaan di kepolisian.

“Sat Lantas Polres Buton juga katanya tidak bisa memberikan surat keterangan karena kejadian sudah lebih dari satu hari. Harusnya pelaporan kecelakaan itu paling lambat 1 x 24 jam,” tukasnya.

Saat wartawan mencoba konfirmasi pihak RSUD Palagimata, tidak ada seorang pun yang memberikan tanggapan. Kepala seksi pelayanan media RSUD Palagimata, Ihwan Saani mengatakan, saat Humas sedang mengalami kekosongan pejabat.

“Sebaiknya konfirmasi saja ibu Dirut saja besok (hari ini, red). Karena, saat ini beliau sedang dinas luar kota,” kata Ihwan.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Baubau, Natalia Panggelo menjelaskan, syarat pasien kecelakaan yang ingin mendapatkan perawatan medis menggunakan BPJS Kesehatan adalah kartu harus aktif dan surat lapor polisi.

“Kemudian maksimal 3 x 24 jam sejak masuk rumah sakit, dia sudah harus membuktikan bahwa peserta BPJS. Kemudian, misalnya sudah ada lapor polisi-nya, itu Jasa Raharja yang menjamin pertama. Kalau biayanya lewat dari biaya maksimal yang ditanggung Jasa Raharja, baru BPJS yang tanggung,” terang Natalia.(exa)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker