Baubau

Perkembangan Terbaru Kasus Pembunuhan Wanita di Kelurahan Sulaa

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Kejaksaan Negeri (Kejari) sudah menerima berkas perkara dugaan pembunuhan dengan tersangka Rusaini alias La Rosa. Jaksa sedang meneliti kelengkapan syarat formil dan materil kasus yang sempat menghebohkan masyarakat ini.

“Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan berkas sudah kami terima dari penyidik. Sekarang dalam posisi penelitian selama tujuh hari. Mungkin Senin ini sudah ada hasil,” ungkap Kasi Pidum Kejari Baubau, Awaluddin Muhammad di ruang kerjanya, Jumat (1/2).

Dalam berkas perkara, jelas dia, tergambar tersangka La Rosa mengakui perbuatannya. Malah setelah membunuh, La Rosa sempat memberitahukan tindakan kejinya itu ke keluarga.

“Motifnya, dia (tersangka, red) merasa tertekan, karena sering diperas korban yang tidak lain istri siri-nya. Tertekannya itu, sedikit, sedikit minta uang,” ulas mantan Kasi Pidsus Kejari Majene ini.

Masih dalam isi berkas, tutur dia, La Rosa dijerat pasal pembunuhan dan penganiayaan berat yang mengakibatkan mati korbannya.

“Tersangka dijerat pasal 338 subsider 354 KUHPidana. Jadi, ancaman yang paling beratnya itu hukuman 15 tahun penjara,” urai dia.

Awaluddin tak menampik masih ada potensi penambahan pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana. Namun, itu tergantung hasil penelitian berkas perkara.

“Jadi tidak menutup kemungkinan ada petunjuk kami kepada penyidik untuk pasal pembunuhan berencana. Selama itu didukung alat bukti yang ada,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, La Rosa ditangkap atas tuduhan menghabisi nyawa Rahmawati dengan di Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari atau tepatnya perbatasan Kota Baubau dengan Kabupaten Buton Selatan pada 29 Desember 2018 lalu. Istri siri tersangka itu ditemukan ada bekas tusukan badik pada bagian perut.(exa)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker