BaubauVideo

Perkosa Bocah 14 Tahun, Seorang Tukang Ojek di Baubau Diringkus, Ini Kronologisnya

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Polisi berhasil mengamankan seorang tukang ojek berinisial ES alias E (20) tersangka asusila terhadap pelajar SMP di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Pelaku diamankan bersama motor matic warna putih saat sedang mangkal mencari penumpang di seputaran Jembatan Batu, Kota Baubau.

Inisial korban SW (14) pelajar salah satu SMP di Kota Baubau ditemani keluarganya berinisial A membuat laporan polisi nomor: LP /40/ Il 2019/ SULTRA/Res Baubau pada 8 Maret 2019 terkait pemerkosaan yang dialami SW ke Polres Baubau.

Perkosa Bocah 14 Tahun, Seorang Tukang Ojek di Baubau Diringkus

Adapun kronologis kejadian berawal pada hari Minggu (20/1/2019) sekitar pukul 12.00 Wita, korban bersama empat orang temannya pulang dari pasar Laelangi selanjutnya hendak menuju ke Lippo Plaza Buton dengan menyewa jasa ojek.

Namun dalam perjalanan menuju Lippo di Pantai Kamali, ojek yang korban tumpangi berbelok arah menuju ke pasar buah dan selanjutnya mengarah ke Benteng Keraton dan berhenti di simpang 5 Palagimata, Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari Kota Baubau.

Tersangka menyuruh korban untuk masuk ke semak-semak, korban yang saat itu menolak kemudian diancam oleh tersangka dengan mengambil senjata tajam jenis pisau yang sebelumnya disimpan di sadel motor, kemudian pisau tersebut di arahkan ke leher korban disertai bahasa akan membunuh korban bila keinginannya tidak di penuhi. “Kalau tidak mau jalan masuk ke dalam semak, saya bunuh kamu,” tutur tersangka.

Korban yang saat itu merasa ketakutan kemudian mengikuti arahan dari tersangka lalu masuk ke dalam semak-semak.

Setelah berada di dalam semak-semak sekitar pukul 12.30 Wita tersangka dengan masih memegang pisau kembali diarahkan ke perut korban lalu kemudian menyuruh korban untuk melepaskan pakaiannya dan menyetubuhi korban.

Setelah melampiaskan nafsunya, tersangka menyuruh korban bangun dan segera memakai pakaiannya, lalu mengantar korban ke pangkalan ojek yang berada tidak jauh dari kampus tepatnya di Kelurahan Wajo.

“Korban mengalami trauma dan hingga saat ini korban belum berani masuk sekolah karena merasa takut,” terang Subbag Humas Polres Baubau IPTU Suleman saat melakukan konferensi pers, Selasa (13/319).

Motif perbuatan yaitu berawal dari niat tersangka yang ingin meminta uang atau mengambil barang bawaan dari korban karena saat itu tersangka belum mendapatkan uang dari hasil mengojeknya. Namun setelah berada di Simpang Lima Palagimata, dengan kondisi situasi yang sunyi kemudian muncul niat tersangka untuk menyetubuhi korban.

Atas perbuatan tersebut, tersangka dijerat Pasal 81 ayat (1), (2) Jo pasal 76D UU RI No. 35 tahun 2004 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perindungan anak. (Cro1)

SIMAK VIDEONYA!

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker