Busel

Peserta KB di Busel Capai 70 Persen

BUTONPOS.COM, BATAUGA – Sesuai target yang diberikan Pemrov Sultra, pelayanan program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Buton Selatan (Busel) hingga November lalu mencapai telah mencapai 70 persen. Dari capaian ini menjadi gambaran bahwa program KB di Busel mengalami peningkatan kesadaran masyarakat.

Kepala BKKBN Busel, La Asari mengatakan, pelayanan KB sudah 1000 lebih atau capaian sudah di atas 70 persen, dari target yang diberikan provinsi sampai dengan akhir november. Akhir Desember ditarget minimal sampai 80 persen dari target 2000 lebih.

Kata dia, program KB ini kerja sama Dinas Kesehatan, BKKBN dan PKK. Dalam kunjungan bupati di Batuatas awal pekan ini, pihaknya juga memberikan pelayanan KB bagi ibu-ibu di Batuatas. Bukan hanya pelayanan program KB, BKKBN juga menggenjot pembinaan khusus kepada keluarga miskin dan kelompok sejahtera.

“Karena kami yakin di Batuatas itu memiliki potensi ikan. Dari pada ikan dijual murah, maka diberikan pembinaan untuk pembuatan ikan abon. Jadi dalam pembuatan ikan abon ini diharapkan ada kreatifitas dan bertambahnya penghasilan keluarga dari nilai harga ikan itu bisa bertambah,” katanya ditemui di kantor bupati, kemarin.

Tahun 2018 lanjut Asari, BKKBN akan mengucurkan bantuan mesin pembuatan abon dan pengering bawang. Bantuan itu untuk di Batauga dan Lapandewa. Di tahun berikutnya ditargetkan seluruh kecamatan mendapatkan bantuan program pemberdayaan dan pembinaan kepada keluarga miskin.

“Kami akan berikan bantuan setiap kecamatan satu mesin. Untuk tahun 2018 baru Batauga dan Lappandewa yang baru bisa diberikan bantuan mesin. Untuk Lapandewa bukan ikan abon, tapi untuk pengeringan bawang,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan, untuk capaian aseptor KB baru 32 di Batuatas. Secara rinci, 30 untuk implan dan 2 ayudi. “Sebenarnya kemarin itu masih banyak. Sehingga ibu-ibu yang dipercaya, kami usahakan khsususnya Pil KB. Yang paling banyak KB itu hampir semua kecamatan. Peserta yang paling banyak Batauga, Sampolawa dibandingkan kecamatan lain. Untuk secara umum memang yang baik adalah Batauga. Karena ini untuk MKJP Metode Kontrasepsi Jangka Panjang,” katanya.

Ia menjelaskan, KB itu masuk pil, suntik dan kondom. Sedangkan untuk MKJP seperti ayudi dan implan dan metode operasi wanita dan laki-laki. Untuk wanita sudah banyak. Sekitar 30 metode orapersi wanita diikat kandungan. Untuk pria ini sementara dilakukan motifasi.

Karena Busel daerah baru diharapkan pencapaian MKJP bisa maksimal, dengan demikian capaian kualitas keluarga bisa meningkat. “KB di Busel juga berkualitas. Daripada pil, kondom dan suntik kalau lupa jadi,” imbuhnya.

Asari menuturkan, tujuanya akseptor KB ini bukan untuk menjarangkan kehamilan atau anak, tapi untuk menjamin kualitas hidup sehat keluarga. Pasalnya, jika sudah hidup sehat dan berkualitas, maka keluarga akan sejahtera. (aga)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker