Muna

Plt Kadinkes Muna Dianggap Biang Kerok Perusak Citra Bupati

PUBLIKSATU.COM, MUNA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muna akhir-akhir ini diramaikan dengan pemberitaan-pemberitaan yang menyangkut masalah dugaan pemotongan dana insentif tenaga kesehatan dan belum dibayarkannya dana Jaminan Persalinan (Jampersal). Kedua hal tersebut tentunya sangat merusak citra pemerintahan dibawah komando LM Rusman Emba-Malik Ditu yang saat ini gencar menuntaskan persoalan yang terjadi di Bumi Sowite.

Muh. Amir Saban, Ketua Koalisi Masyarakat Pemerhati Hukum (KMPH) Sultra menerangkan, persoalan di Dinkes yang menjadi biang keroknya adalah Plt Kadis, Hasdiman Maani. Apa yang dilakukan Plt kadis itu jelas-jelas melanggar hukum dan tidak bisa ditolerir lagi.

Oleh karena itu, demi menjaga muruah pemerintahan, Bupati Muna, LM Rusman Emba didesak untuk mencopot plt kadis. “Di Dinkes itu ibarat penyakit sudah sangat kronis, kepala daerah harus segera menyembuhkannya. Caranya dengan tuntaskan orang-orang yang menjadi sumber penyakit itu,” katanya.

Amir mengaku heran dan menduga ada indikasi kuat, dugaan pemotongan insentif dan penundaan pencairan dana Jampersal sebagai bagian untuk memperkaya diri sendiri. “Bupati sudah harus tegas. Jangan karena ulah satu orang, lantas mencoreng citra pemerintahan. Ingat ini baru dua hal yang terungkap, kita tidak tahu akan ada lagi selanjutnya,” cetusnya.

Berkaitan dengan kedua permasalahan itu, Amir juga mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna segera memeriksa plt kadinkes bersama bendaharanya demi mempertanggung jawabkan perbuatannya yang sudah merugikan hak-hak tenaga medis di puskesmas. “Jaksa harus mengusut tuntas masalah ini,” pintanya.

Menyinggung masalah itu, Bupati Muna, LM Rusman Emba berjanji akan mengevaluasi kinerja anak buahnya. Selama ini, diam-diam, dia telah mempelajari karakter para “pembantunya”. Ia tak ingin ada bawahannya yang lambat bekerja dan selalu menyusahkan masyarakat. “Pelan-pelan akan kami benahi,” singkatnya.

Sementara itu, sebelumnya, La Ode Abdul Sofyan, Kasi Intel Kejari Muna menerangkan, untuk laporan dugaan pemotongan insentif tenaga kesehatan telah ditindaklanjuti dengan mengambil keterangan pihak-pihak terkait. “Laporannya tetap ditindaklanjuti dan masih dalam Pulbaket,” katanya singkat. (cr1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker