Muna

Polisi Bekuk Tiga Pengedar Sabu, Satu Pemilik Senpi Rakitan

PUBLIKSATU.COM, MUNA – Kepolisian Resor (Polres) Muna berhasil menangkap tiga terduga pengedar Sabu-sabu (SS) dan satu pemilik senjata api (Senpi) rakitan dalam operasi Pekat Anoa yang digelar Senin-Selasa (6-7/8).

Ketiga terduga pengedar barang haram yang berhasil diamankan tim Satuan Reserse (Sat Res) Narkoba adalah MH (19), RI (14) dan YW (32). Ketiganya ditangkap di lokasi berbeda.

Satu dari tiga tersangka itu (RI) berstatus sebagai pelajar SMP. Penangkapan itu bermula tim mendapat informasi ada akan transaksi Narkoba yang dilakukan wanita berinisial MH di Jalan Kancil, Kelurahan Watonea, Senin malam sekitar pukul 22.00 Wita.

Dari hasil penggeledahan badan, ditemukan satu sachet butiran bening yang diduga sabu. MH mengaku mendapat paket itu dari rekannya RI. Pukul 01.00 Wita, polisi lalu melakukan penangkapan terhadap RI di rumahnya di Jalan Sirkaya, Keluruahan Wamponiki. “Keduanya (MH dan RI) mengaku sebagai kurir dari YW,” kata Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Parentongan Sinaga melalui Kasat Narkoba, IPTU Hamka.

Setelah mendapat informasi dari dua tersangka bahwa barang tersebut milik YW, polisi kemudian menangkap YW di rumahnya di Jalan Agus Salim. Di rumah YW polisi berhasil menemukan SS seberat 46,42 gram, sachet kosong, timbangan, dan uang tunai sebesar Rp 1,9 juta.

“Ketiganya dijerat pasal 114 dan 112 dengan ancaman hukumanya minimal 4 tahun maksimal seumur hidup,” sebut mantan Kapolsek Katobu itu.

Sementara pada Selasa (6/8) sekitar pukul 21.30 Wita, polisi menangkap Baharuddin alias XL, warga Desa Wulanga Jaya, Kecamatan Tiworo Kepulauan (Tikep), Kabupaten Muna Barat (Mubar) karena kedapatan memiliki senjata api rakitan laras pendek.

Penangkapan terhadap XL berdasarkan laporan masyarakat. Dimana, dalam keadaan mabuk, XL mengamuk membawa Senpi rakitan, parang, dan badik. Aparat kepolisian bersama Babinsa langsung mengamankan XL. “Tersangka saat ini sudah diamankan untuk proses lebih lanjut,” kata Kasat Reskrim, AKP Muh. Ogen Sairi.

Belum diketahui persis dari mana tersangka mendapatkan Senpi tersebut. Saat ini, Polisi terus melakukan pemeriksaan. “Masih dalam lidik,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, tersangka dijerat UU Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang larangam kepemilikan Senpi secara ilegal. “Ancaman pidananya 12 tahun penjara,” sebutnya. (cr1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker