Baubau

Polisi Hentikan Kasus Rektor UMB, Kejari Minta Bukti SP3

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Ada kabar baru mengenai status penanganan kasus dugaan penggelapan dana kampus Universitas Muhammadiyah Buton (UMB). Kejaksaan Negeri (Kejari) mengaku sudah mendapat surat pemberitahuan penghentian penyidikan perkara dari Polres Baubau.

Surat nomor: 75.b itu diterima Kejari pada Selasa 2 Oktober 2018. Dalam surat pemberitahuan penghentian penyidikan perkara dengan tersangka rektor Suriadi itu tertera lampiran satu rangkap. Tapi, faktanya Kejari tidak melihat ada lampiran diselipkan di situ.

Kasi Pidum Kejari Baubau, Awaluddin Muhammad mengakui surat pemberitahuan tersebut, polisi tidak menyertakan dengan bukti Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) perkara.

“Memang benar kami sudah terima pemberitahuan adanya SP3, tapi fisiknya SP3-nya sendiri belum ada. Jadi ini baru surat pemberitahuan,” ungkap Awaluddin dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (4/10).

Menurut dia, pada dasarnya berbeda antara surat pemberitahuan dengan SP3. Pemberitahuan ini hanya menyebutkan penghentian penyidikan perkara dugaan penggelapan bermodus umrah itu karena alasan tidak punya bukti.

“Surat pemberitahuan itu menyampaikan kepada kami bahwa perkara dugaan penggelapan dana dalam jabatan ini dihentikan berdasarkan surat ketetapan ini. Nah surat ketetapannya tidak ada terlampir,” imbuhnya.

Menindaklanjuti pemberitahuan ini, kata dia, pihaknya berencana segera berkoordinasi dan pihak Polres Baubau. Pihaknya ingin meminta bukti SP3 kasus yang sudah bergulir sejak 2016 lalu ini.

“Kami akan koordinasi dulu dengan Polres, SP3 yang dimaksud mana. Karena ini dalam regulasi, SP3 itu mesti ada tembusannya juga ke kami,” ulas mantan Kasi Pidsus Kejari Majene ini.

Awaluddin menegaskan, kendati pun benar sudah di SP3, namun kasus ini tidak akan dihapus dari register Kejari Baubau. “Cuma di kolom keterangan nanti kita isi dihentikan berdasarkan surat ini,” tandasnya.

Terkait kabar ini, wartawan belum mendapat konfirmasi dari Polres Baubau. Kapolres Baubau AKBP Daniel Widya Mucharam belum bisa memberikan keterangan resminya.

“Langsung komunikasi dengan Kasat Reskrim ya mas Sandy. Saya di Kendari untuk hadiri HUT TNI,” pungkas Kapolres dihubungi via pesan WhatsApp.

Saat mencoba menghubungi Kasat Reskrim Polres Baubau belum juga ada jawaban. (exa)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker