Baubau

Polres Baubau Diminta Tuntaskan Kasus Islamic Center Baubau

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Baubau mendesak Polres Baubau untuk segera menuntaskan kasus dugaan korupsi pembangunan Islamic Center. Desakan tersebut disampaikan melalui aksi unjuk rasa di depan kampus UMB, Polres, dan Kantor DPRD Kota Baubau, kemarin.

Korlap Aksi La Ode Armeda Satrian Said mengungkapkan, banyaknya persoalan di Kota Baubau yang telah dilimpahkan ke Polres Baubau, namun sampai hari ini tidak mampu diselesaikan.

“Polemik dugaan kasus korupsi proyek Isalmic Center adalah salah satu kasus yang belum bisa dituntaskan oleh Polres Baubau, hinga berkembang isu, kasus tersebut akan diambil alih oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ujar La Ode Armeda Satria Said.

“Kami menduga kasus ini mandek di Polres Baubau sehingga kami menduga pula ada kongkalikong antara pihak kepolisian dan beberapa oknum yang diduga terlibat dalam proyek pembangunan Islamic Center,” sambungnya.

Makanya, lanjutnya, begitu mendapat informasi bahwa KPK membuka peluang untuk mengambil alih kasus ini, pihaknya sangat bersyukur dan berharap kepada KPK agar pihak Polres Baubau juga turut diperiksa.

Dalam tuntutannya, Ia mengaskan, Kapolres Baubau dalam hal ini AKBP Hadi Winarno SIK harus memberikan keterangan dan memanggil penyidik yang menangani kasus Islamic Center.

Selain mendesak kepolisian, HMI juga meminta DPRD Baubau untuk bersurat secara kelembagaan kepada KPK agar turut memeriksa Polres Kota Baubau terkait kasus proyek pembangunan Islamic Center.

Kata Armeda, proyek Islamic Center telah menelan anggaran sebanyak Rp 22,5 miliar, yang dukucurkan secara bertahap. Di tahun 2011 lalu, sebanyak Rp 15 miliar. Kemudian tahun 2012 dianggarkan Rp 2 miliar dan tahap ketiga pada tahun 2013 sebesar Rp 5,5 miliar.

“Dalam perjalanannya teryata ada indikasi mark-up anggaran yang menyebabkan dugaan korupsi dalam proses pembangunan gedung tersebut. Hingga pada Juli 2014 lalu, pihak Polres Baubau melakukan penyidikan dan telah memanggil beberpa orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Tapi, sudah sampai tahun 2018 ini belum ada kejelasan dan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan tersebut,” bebernya.

Menurutnya, dengan anggaran yang begitu besar, pembangunan Islamic Center harusnya sudah selesai dengan cepat. Namun masih belum tuntas. “Kami juga mendesak DPRD Baubau dalam waktu dekat segera memanggil Kapolres Baubau dan oknum yang diduga terlibat dalam pembangunan Islamic Center untuk memberikan keterangan,” tukasnya.

Amatan koran ini, usai melakukan orasi di depan kampus UMB, massa aksi kemudian menuju kantor DPRD Baubau, namun sayangnya anggota DPRD masih melakukan perjalanan dinas. Untuk memastikan hal tersebut, massa aksi kemudian menggeruduk masuk dan mengambil dokumentasi.

Sekitar pukul 12.30 Wita, masa aksi HMI mendatangi Polres Baubau, dan berhasil bertemu dengan Kapolres Baubau AKBP Hadi Winarno.

Kepada massa aksi Hadi mengatakan, terkait kasus tersebut, setiap tahun BPK melakukan audit dan beberapa tahun ini sudah ada pengembalian. Kemudian, kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

“Saya akan mengirimkan surat pemberitahuan hasil penyelidikan dan penyidik ke pihak kejaksaan. Terkait kasus ini Polres Baubau masih melakukan penyelidikan dan penyidikan,” jelas Hadi kepada massa aksi. (m3)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker