Buteng

Polres Baubau Upacarakan Pemakaman Aiptu Ramin di Desa Baruta Doda Bahari

Meninggal Akibat Dianiaya Istri dan Selingkuhan di Merauke

PUBLIKSATU.COM, BUTON TENGAH – Pasca mendengar kabar meninggalnya Kanit Intelkam Polsek Tanah Miring Polres Mereuke, Aiptu Ramin, putra terbaik Desa Baruta Doda Bahari, Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Minggu (4/11/2018) sore, masyarakat desa setempat langsung diselimuti suasana duka dan haru.

Betapa tidak, polisi pertama di desa itu meninggal dunia setelah dianiaya yang diduga dilakukan istrinya Siti Solikhah bersama selingkuhannya Basori. Peristiwa itu terjadi di rumah korban di Jalan Raya Mandala Spadem, Belakang kantor Organda Merauke, Kabupaten Merauke Papua, sekitar pukul 22.00 WIT, Senin (22/10/2018).

Sebagaimana dilansir TRIBUN-MEDAN.COM, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, mengungkapkan kedua pelaku memang sudah merencanakan melakukan pembunuhan terhadap Aiptu Ramin lantaran takut perbuatan mereka diketahui korban.

Kamal menjelaskan, istri korban Siti dan Basori selingkuhannya, sejak tahun 2009 sudah melakukan hubungan asmara hingga berlanjut ke tahun 2016-2018. Namun, selama ini mereka memiliki rasa takut untuk melanjutkan hubungan terlarang.

Kemudian, muncul pemikiran untuk menghabisi nyawa Aiptu Ramin pada tanggal 18 Oktober 2018. Niat itu kemudian dilaksanakan 22 Oktober pukul 03.00 WIT saat korban tertidur. “Istri korban berperan membuka pintu rumah dan selingkuhannya mengeksekusi dengan menggunakan palu seberat 3 kilogram,” kata Kamal, Selasa (23/10/2018).

Polres Baubau serahkan karangan bunga duka cita di pemakaman Aiptu Ramin.

Pertama, pelaku memukul korban menggunakan palu pada bagian belakang kepala. Selanjutnya, pelaku memukul korban dengan tangan sebanyak dua kali di bagian mata dan mulut. “Korban yang dalam keadaan tidak berdaya kemudian diseret dan dibawa ke kamar mandi oleh tersangka. Lalu Siti menyuruh Basori pergi ke rumah kosnya,” tutur Kamal.

Keesokan harinya, kata Kamal, ada seorang masyarakat mengetahui kejadian ini dan kemudian melaporkannya ke Polres Merauke. Saat ditemukan, korban diketahui masih hidup. “Korban kami selamatkan dengan membawanya ke rumah sakit. Saat itu, kedua pelaku berhasil kami amankan,” pungkasnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap para pelaku, diketahui motif dalam kasus ini adalah kecemburuan dan sakit hati. Basori tidak bisa menikahi Siti yang merupakan istri Aiptu Ramin. “Kini kedua pelaku sudah mendekam di jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Kamal.

Tak lama di rumah sakit Merauke, korban akhirnya dirujuk di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan pertolongan intensif di ruang ICU. Sayangnya, Minggu (4/11) sekitar pukul 17.00 WITA, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Adik-adik korban yang mendampingi sepakat memulangkannya dari Makassar ke kampung halaman di Desa Baruta Doda Bahari. Senin (5/11), korban diterbangkan dari Makassar ke Kota Baubau pukul 10.30 wita.

Kurang lebih satu jam kemudian tiba di Bandara Betoambari Baubau dan langsung diseberangkan keluarga bersama Kapolsek Sangia Wambulu Ipda Tri Nugroho menggunakan speed di kampung halamannya dan tiba sekitar pukul 13.30 Wita.

Setelah kurang lebih dua jam disemayamkan di rumah duka, jenazah pun diantar ke pemakaman yang diawali dengan proses upacara penghormatan oleh personil Polres Baubau, dibantu Polsek Sangia wambulu, Polsek Gu, dan Polsek Lakudo.

Di tempat pemakaman, juga dilaksanakan upacara pemakaman yang ditandai dengan tembakan salvo ke udara. Upacara pemberangkatan jenazah di rumah duka dan upacara pemakaman dipimpin Kabag Sumda Polres Baubau Kompol M Mansur selaku inspektur upacara (Irup).

Bertindak sebagai perwira upacara Kapolsek Sangia Wambulu Ipda Tri Nugroho dan komandan upacara Wakapolsek Gu Ipda Samsuddin.

Pada upacara pemakaman tersebut, dibacakan riwayat hidup singkat almarhum Aiptu Ramin. Pendidikan diawali dari SDN Rahia Doda tahun 1979, SMP Negerti Tolandona 1982, dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Baubau 1985.

Pendidikan Polri,Sekolah Bintara Polisi Sukarela Polri, tamat tahun 1987/1988 di Sekolah Kepolisian Negara Jayapura, Papua.

Riwayat penugasan, Brigadir Polsek Sota, Polres Merauke 1988, Brigadir Staff Sabhara Polres Merauke 1988-1992, Brigadir sat Reskrim Polres Merauke 1992-1998, Brigadir Staff Minpers Polres Merauke 1998-2001, Kasubbag Pers BagSumda Polres Merauke 2006-2013, Kanit Intelkam Polsek Tanah Miring Polres Merauke.

Bintang jasa atau penghargaan, Satyalencana pengabdian delapan tahun, Satyalencana pengabdian 16 tahun, Satyalencana pengabdian 24 tahun, dan Satyalencana Bintang Bhayangkara Nararya.

Aiptu Ramin dilahirkan di Baruta Doda, 4 Desember 1967, anak pertama dari lima bersaudara dari pasangan Bapak Kamaludin dan Ibu Bungayah. Meninggal dunia di RS Bhayangkara Makassar pada Minggu, 4 November 2018, pukul 17.00 wita. almarhum meninggalkan seorang isteri dan seorang anak puteri yang sementara kuliah di Makassar semester delapan.

Kabag Sumda Polres Baubau Kompol M Mansur, ditemui usai pemakaman menuturkan pihaknya mendapat informasi rencana kepulangan jenazah alamarhum dari Makassar ke kampung halaman disampaikan Polda Sultra Ba’da Magrib. Setelah itu, Ba’da Isya pihaknya menerima telepon lagi dari Kabag Sumda Polres Merauke.

“Upacara pemberangkatan jenazah di rumah duka dan upacara pemakaman seperti ini sudah menjadi kewajiban Polres setempat bila ada anggota yang meninggal, baik dalam wilayah hukum Polres tersebut maupun dari Polres daerah lain bila dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya,” jelasnya.

Sementara itu, mewakili keluarga almarhum, Zauna Amin mengucapkan terima kasih kepada Polres Baubau atas penghormatan dan penghargaann kepada alamrhum dan keluarga yang pemakamannya dilakukan dengan upacara kebesaran.

“Terima kasih kepada Kapolres Baubau atau yang mewakili, berkat kerja samanya mengantarkan jenazah almarhum sampai ke rumah duka, hingga melaksanakan upacara kebesaran untuk pemakamannya,” ucapnya.

Dari hasil rilis KABARPAPUA.CO, saat ini Polres Merauke telah menjerat pelaku perencanaan pembunuhan Aiptu Ramin, yakni istrinya Siti Solikhah dan selingkuhannya Basori dengan pasal berlapis.

Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung, melalui Kasat Reskrim AKP Micha Toding mengatakan, ada penerapan pasal perencanaan pembunuhan dan pembunuhan. Pembunuhan berencana atau setidak-tidaknya penganiayaan berat yang direncanakan dan mengakibatkan korban meninggal dunia.

Sebagaimana dimaksud dalam Primer Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHP Subsider Pasal 338 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHP lebih subsider lagi pasal 355 ayat (2) KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHP.
“Keduanya mendapatkan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara atau maksimal seumur hidup,” ujar Micha.(uzi)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker