Muna

Polres Muna Kembali Tangkap Pemakai Sabu-sabu, Dua Lolos

PUBLIKSATU.COM, MUNA – Peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Muna seakan tak ada habisnya. Buktinya, Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Muna kembali menangkap seorang bandar dan tiga pemakai barang haram itu pada Kamis (6/9). Keempatnya ditangkap sekitar pukul 11.30 Wita di Jalan La Ode Pandu, Kelurahan Laende.

Polisi yang mendapat laporan dari masyarakat akan adanya transaksi dan pesta Narkoba bergerak melakukan penangkapan terhadap GF alias UN yang saat itu akan mengambil Sabu-sabu yang ditempel pada sebuah pohon di Jalan La Ode Pandu. UN tak berkutik saat dilakukan penggeledahan oleh dua anggota Sat Res Narkoba. Upayanya kabur tak mampu mengalahkan langkah kaki polisi. Ia menyerahkan diri. Polisi pun berhasil mengamankan Sabu-sabu seberat 1 gram.

Polisi yang melakukan pengembangan pencarian barang bukti di rumah UN di bilangan Kontu mendapati lima rekanya, yakni, SN, HD, IW, AC, dan ID di dalam rumah. Kala dilakukan penggrebekan dua diantaranya, AC dan ID berhasil meloloskan diri.

UN mengaku, barang haram tersebut berasal dari Lapas Kendari dari Napi Narkoba bernama Yayat. Harganya sebesar Rp 1,5 juta. Namun, Ia baru membayar dengan cara ditransfer sebesar Rp 1,3 juta.

Barang haram tersbut, kata dia, rencananya hendak digunakan bersama rekan-rekanya. Pagi harinya mereka telah habis menggunakan. “Kita tagantung dan mau beli lagi. Uangnya kita patungan,” kata UN.

Sementara itu Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Parentongan Sinaga menerangkan, UN telah lama menjadi Target Operasi (TO). Hanya saja, saat dilakukan penggrebekan UN berhasil meloloskan diri. “UN itu masuk kategori bandar. Karena rata-rata tersangka-tersangka yang ditangkap sebelumnya mengaku mendapat SS dari UN,” ungkap Kapolres didampingi Kasat Narkoba, IPTU Hamka.

Selain satu bungkus Sabu-sabu, barang bukti yang berhasil diamankan dari rumah UN berupa alat hisap (bong), timbangan, handphone, korek api, dan 400 sachet kosong bekas Sabu-sabu. “Kami terus dalami termasuk jaringannya di Lapas Kendari, dengan koordinasi di Polda,” sebutnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanua keempat terangska dijerat pasal 114 ayat 1 subsider 112 ayat 1 lebih susider 127 ayat 1 huruf a UU No 35 tahun 2009 Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman hukumanya minimal 4 tahun maksimal seumur hidup. (cr1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker