Busel

Polsek Batauga Tekan Peredaran Miras

BUTONPOS.COM, BATAUGA – Jelang akhir tahun dan Natal 2017, jajaran kepolisian menggelar operasi cipta kondisi (Cipkon). Seperti yang dilakukan Polsek Batauga, Kabupaten Buton Selatan. Dari Operasi Cipkon Anoa tahap II itu sudah berhasil mengamankan dan menerkan peredaran minuman keras (Miras) tradional.

Kapolsek Batauga, Iptu Setiyono mengatakan, operasi Cipkon Anoa tahap II sedang berlangsung sejak tanggal 7 sampai 21 Desember mendatang. Saat ini sementara berjalan. Setelah itu, akan dilanjutkan denga Operasi Lilin.

Sasarannya kata dia, premanisme, menekan peredaran Miras, penggunaan senjata tajam, senjata api, peredaran narkoba, kejahatan jalanan, jambret dan begal.

Dari hasil operasi Cipkon yang digelar saat ini, jajaran personel Polsek Batauga sudah berhasil mengungkap tiga kasus peredaran Miras. Operasi ini masih masih dipusatkan di wilayah Batauga yang merupakan jantung Busel sebagai ibukota.

“Untuk peredaran Miras tradisional dan berlabel yang menjual secara ilegal minuman beralkohol, sudah mengamankan tiga kasus. Di daerahnya Kelurahan Masiri dan Laompo,” ujarnya ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/12).

Ia mengungkapkan, yang berhasil diamankan yakni dua dos Miras kemasan merek Bir Bintang, arak tradisional lima jerigen 20 liter dari penjual di Kelurahan Laompo dan Masiri. Rata-rata yang ditemukan adalah penjual, bukan yang memproduksi Miras.

Setiyono menjelaskan, hampir sebagian besar masalah pertikaian dan perkelahian akar persoalannya adalah setelah mengkonsumsi dan dipengaruhi minuman beralkohol. Karena itu, pihaknya berupaya menekan angka peredaran Miras tersebut di wilayah hukumnya.

“Dampaknya besar, karena akar masalah sebagian besar setelah dipengaruhi minuman beralkohol. Sebagian kasus perkelahian setelah mabuk Miras,” katanya.

Pihaknya berharap, seluruh stakeholder, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan seluruh masyarakat ikut andil, berperan aktif secara bersama-sama menekan angka kriminalitas dan peredaran Miras. Sehingga dapat tercipta ketertiban, kenyamanan dan keamanan di tiap lingkungan.

Karena itu pihaknya juga terus mengutamakan fungsi dan tugas Bhabinkantibmas untuk memberikan pemahaman dan penyuluhan kepada masyarakat terkait persoalan di lingkungan masyarakat.
“Masyarakat sudah memahami karena dampaknya besarnya akibat Miras ini. Rata-rata sebagaiman kasus kriminal dipengaruhi Miras. Bukan hanya penindakan yang kita lakukan tapi pemberian pemahaman kepada masyarakat,” harapnya.

Ia menambahkan, sebab yang paling mengkhawatirkan adalah jika peredaran Miras tidak ditekan, maka akan menyerang mental generasi muda. Begitupun juga kenakalan remaja, jika tidak menjadi perhatian bersama akan berdampak bagi generasi muda. Karena itu harus diselamatkan. (aga)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker