Baubau

Prahara Maulid Berujung ke KASN, Ini Penjelesan Tuan Rumah

Ruko milik Amir Sarifudin Wijaya yang dijadikan lokasi acara maulid Nabi Muhammad SAW

BUTONPOS.COM, BAUBAU –  Drama acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Kelurahan Bukit Wolio Indah (BWI) Kota Baubau beberapa pekan lalu yang berujung dengan direkomendasikannya sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) ke KASN oleh Bawaslu Baubau karena diduga berpolitk praktis, langsung mengundang pertanyaan besar bagi pemilik rumah selaku penyelenggara kegiatan, Amir Sarifudin Wijaya.

Kepada butonpos.com, Amir menjelaskan acara maulid tersebut sebenarnya tidak ada niatan untuk mengundang jajaran Pemkot Baubau. Pasalnya acaranya hanya sebatas selamatan ruko yang baru saja ia beli.

Namun, karena melibatkan orang banyak, maka ia harus melapor ke pihak kelurahan. Nah, dari sinilah, kemudian pihak kelurahan menawarkan untuk mengundang pihak Pemkot.

“Itu kan acara saya, ruko itu belum lama saya beli dan sudah lama kosong. Jadi, saya berinisiatif untuk bacakan doa. Awalnya tadinya hanya masyarakat biasa yang saya undang, karena melibatkan orang banyak harus izin dari kelurahan, mereka singgung mi kenapa tidak undang Pemkot Baubau. Dan kebetulan saya masuk di perumahan program pemerintah dan mereka sangat membantu,” ceritera Amir kepada butonpos.com, Rabu (27/12/17).

Lantas dengan itu, Amir menegaskan, dalam acara tersebut tidak ada nuansa politik di dalamnya tetapi hanya semata untuk menggelar syukuran dan doa bersama. Ia juga mengungkapkan keberadaan spanduk salah satu kandidat Cawali yang bertuliskan “JELAS TAMPIL LANJUTKAN” hanya untuk menutupi dinding yang belum diplester.

Selain itu, spanduk tersebut sebenarnya sudah ada jauh sebelum acara maulid di adakan di ruko miliknya.

“Siapa yang kampanye, saya tidak lihat, sudah lama itu baleho bukan dipasang saat Maulid. Saya bikin acara saya undang Wali Kota Baubau, saya heran kenapa dibawa ke ranah itu. Dan masalah poster, itu ruko kan belum di plester dan waktu sudah mepet kebetulan ada baleho besar jadi kita tempel mi, tidak ada maksud mau sosialisasi,” pungkas pengusaha properti ini.

Senada dengan Amir, Lurah BWI Baubau, Seniwati juga membenarkan keberadaan spanduk tersebut sudah ada sebelum digelarnya maulid.

Ia mengaku hanya menyetujui sebagai pemerintah kelurahan yang menjawab inisiatif dari masyarakatnya.

“Tidak tau ada baleho itu. Terlalu jauh mereka menilai. Masyarakat yang melaksanakan itu Maulid, saya lurah berhak mengetahui karena wilayahku. Spanduk itu sudah lama terpasang,” seru Seniwati.

Diketahui pada acara Maulid Nabi tersebut, Bawaslu Baubau sudah merekomendasikan sejumlah ASN yang merupakan Pejabat Pemkot Baubau karena diduga kuat melakukan politik praktis dengan melanggar asas netralitas, kode etik dan perilaku ke KASN. Dan kemarin (26/12/17) sudah ada enam PNS  lagi yang dimintai klarifikasi terlibat politik praktis dalam acara maulid tersebut.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas PU, Muhamad Salim yang namanya sudah direkomendasikan ke KASN menjelaskan dalam undangan tertera hanya untuk menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Dalam undangannya memang hanya acara maulid saja,” ujar Salim kepada butonpos.com di Kantar Bawaslu Baubau, Rabu (27/12/17). (po4)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker