Sultra

Prodi PBSI Pascasarjana UHO Yudisium 20 Alumni Baru

PUBLIKSATU.COM, KENDARI – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Senin (9/7) melakukan yudisium terhadap alumni baru. Mereka yang terdiri dari 20 orang itu merupakan angkatan 2016 dan 2017 yang akan mengikuti wisuda 30-31 Juli 2019.

Yudisium serentak itu dihadiri Koordinator Prodi PBSI Dr H Aris Badara MHum, dua orang dosen senior Prof Dr H Zalili Sailan MPd, Prof Dr H Hareun MPd.

Alumni yang diyudisium antara lain Sri Wahyuni, SPd, MPd, Nur Ramlayanti, SPd, MPd, Darni, SPd, MPd, Rasni, SPd, MPd, Hasnatang, SPd, MPd, Drs. Ramli Akhmad, SPd, MPd, Munandar, SPd, MPd, Non Abdin, SS, MPd, Hasmawsti, SAg, MPd, Desi Ratnasari, SS, MPd, Wa Ode Muna, SPd, MPd, Ibnu Saud, SPd, MPd, Muhamad Ibnu Kaldun, SPd, MPd, dan Faisal. SPd, MPd.

Sebelum dilakukan yudisium, kemarin digelar ujian tutup tiga orang dan seminar hasil satu orang. Diantara yang ujian tutup semua dinyatakan lulus, tapi hanya satu yang bisa langsung ikut yudisium, yaitu Ibnu Saud. Sementara yang lain telah mengikuti ujian tutup antara bulan Mei dan Juni.

Dengan berakhir ujian kemarin yang diikuti oleh yudisium serentak sebanyak 20 alumni, menurut Koordinator Prodi PBSI, Dr H Aris Badara, MHum, maka berakhirlah ujian untuk periode Mei, Juni dan Juli yang bisa mengikuti wisuda bulan Juli, sementara yudisium diberi kesempatan sampai 12 Juli 2019. Jadi masih ada peluang bertambah calon wisudawan untuk PBSI.

Prof Dr H Zalili Sailan MPd pada arahannya mengatakan walaupun sudah selesai menempuh pendidikan di pascasarjana UHO tapi hubungan harus tetap berlanjut dalam berbagai kegiatan akademik seperti seminar dan diskusi dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan serta kegiatan non akademik seperti organisasi yang bisa berperan aktif melahirkan bisnis atau usaha bersama.

Koordinator Prodi PBSI Dr H Aris Badara, MHum mengatakan salah satu ukurannya adalah kekuatan alumni, sangat penting dalam berbagai kegiatan akademik maupun non akademik. “Kita berharap selama lima sampai 10 tahun ke depan kita sudah mendengar ada yang mencapai gelar doktor dan profesor atau mencapai puncak jadi pemimpin atau manager masa depan,” ujarnya. (***)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker