Buteng

Proses PAW Sariono Mandek di Ketua DPRD

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Buton Tengah (Buteng) telah mengusulkan Pergantian Antar Waktu (PAW) salah satu kadernya Sariono dari anggota DPRD Buteng kepada pimpinan DPRD stempat, tertanggal 31 Oktober 2017.

Bahkan pengusulan PAW Sariono tersebut telah dibacakan Sekretaris DPRD Burhanuddin sebagai surat masuk yang dianggap penting, pada sidang Paripurna penjelasan umun bupati terhadap rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022, di Kantor DPRD, 20 November 2017.

Dalam surat Partai Demokrat yang ditanda tangani Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Buteng La Ode Af’alu Mahdi dan Sekretaris Farlina SIP tersebut, memuat tiga alasan pengusulan Sariono dilakukan PAW.

Poin pertama, saudara Sariono telah melanggar integritas dalam Partai Demokrat dengan melakukan tindak pidana kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan ditahan sejak tanggal 08 Oktober 2017 di Polres Baubau.

Poin kedua, sesuai nomor surat tertahan terlampir saudara Sariono tidak lagi terlibat dalam partai. Poin ketiga, saudara Sariono tidak pernah berkontribusi terhadap DPC dan PAC dalam Partai Demokrat.

“Proses administrasi di internal partai sudah kami penuhi, termasuk tanda tangan persetujuan seluruh PAC atas proses PAW saudara Sariono melalui rapat bersama. Bahkan sudah ada rekomendasi dari DPD hingga DPP Demokrat,” ungkap Ketua DPC Demokrat Kabupaten Buteng, La Ode Af’alu Mahdi ditemui di Kantor DPRD, Senin (11/12).

Hanya saja, kata legislator dari Dapil Sangia Wambulu ini, proses PAW Sariono masih mandek di Ketua DPRD Buteng Adam. Sebab, KPU Buteng belum akan melakukan proses penghitungan suara terbanyak di bawah Sariono sebelum ada surat permintaan tersebut dari DPRD yang harus ditanda tangani Ketua DPRD sendiri.

“Kita sudah bersurat dan menghadap ke KPU Buteng, mereka meminta surat dari DPRD untuk proses penghitungan suara terbanyak setelah Sariono pada Pilcaleg lalu. Hanya saja Ketua DPRD sampai sekarang belum bersurat ke KPU Buteng,” pungkas Af’alu.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Buteng Adam membenarkan bila dirinya belum bersurat ke KPUD untuk mengeluarkan nama yang memiliki suara terbanyak setelah Sariono. Pihaknya masih mempelajari terlebih dahulu alasan PAW-nya, karena salah satu poinnya persoalan KDRT yang harus ada putusan inchra dari pengadilan.

“Tapi saya melihat teman-teman (Demokrat, red) mendesak dilakukan PAW bukan lagi pada persoalan KDRT-nya yang harus menunggu putusan inchra dari Pengadilan, tapi sudah menitik beratkan pada tidak adanya kontribusi saudara Sariono pada partai,” tutur Adam.

Jika Partai Demokrat sudah mengambil keputusan seperti itu untuk mempercepat proses PAW Sariono, kapan DPRD bersurat ke KPU Buteng? “Kita masih menunggu prosedurnya,” tukas Sekteraris DPD PAN Kabupaten Buteng ini.

Untuk tahapan proses PAW anggota DPRD, Adam menjelaskan prosesnya diawali dari rekomendasi Parpol ke DPRD. Selanjutnya DPRD bersurat ke KPUD untuk mengeluarkan nama yang memiliki suara terbanyak dari anggota DPRD yang diganti, hasilnya kemudian diserahkan ke DPRD.

Selanjutnya DPRD bersurat kepada bupati untuk disampaikan kepada gubernur supaya mengeluarkan SK PAW dan anggota DPRD pengganti ditetapkan melalui sidang paripurna istimewa DPRD. (uzi)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker