Hukum

Pungli Jembatan Batu

BUTONPOS.COM, BAUBAU – Tiga pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) yakni Masuddin, Nasir Akbar, dan Yasin Arafad dijatuhi pidana satu tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari, Selasa (12/12) lalu.

Ketiganya divonis terbukti bersalah dalam kasus Pungutan Liar (Pungli) tarif sementara di Jembatan Batu periode 15 September 2015 sampai dengan 19 Januari 2016. Kala itu, jembatan batu dijadikan pelabuhan darurat kapal ferry PT ASDP cabang Baubau.

“Ketiga terdakwa dijatuhi hukuman satu tahun pidana dan denda Rp 50 Juta subsider satu bulan. Jadi kalau mereka tidak dibayar dendanya, maka diganti dengan kurungan satu bulan,” ungkap Kajari Baubau, Rasul Hamid melalui Plh Kasi Pidsus, Wahyuddin di ruang kerjanya, Selasa (19/12).

Kata dia, pada dasarnya tidak ada perbedaan signifikan antara tuntutan Jaksa dengan vonis hakim ini. Dimana, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta kepada para terdakwa yang dijerat pasal 12 huruf (e) UU 20/2001 tentang pemberantasan korupsi junto pasal 55 ayat (1) KUH Pidana itu.

“Sepertinya putusan ini sudah inkrach, karena batas sampai hari ini belum ada yang menyatakan upaya hukum banding. Kalau kami yang jelas sudah menerima putusan itu,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini ketiga terdakwa yang ditahan sejak 22 Agustus 2017 lalu itu masih menjalani kurungan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kendari. “Kita masih tunggu petikan putusan Pengadilan Tipikor Kendari untuk mengeksekusi para terdakwa,” pungkas Wahyuddin. (exa)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker