Busel

Puskesmas Sampolawa Proses Akreditasi

BUTONPOS.COM, BATAUGA – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Sampolawa kini tengah mengikuti penilaian akreditasi dari Komisi Akreditasi Nasional Kementerian Kesehatan. Penilaian akreditasi ini dalam upaya pengakuan secara kredibel dalam pembinaan peningkatan mutu pelayanan dan sistem manajemen.

Akreditasi ini untuk proses menilai Puskesmas, apakah layak diberikan sertifikat akreditasi sesuai dengan tingkatan hasil yang sudah dicapai. Di Busel tahun ini, dari delapan Puskesmas, ada dua yang akan mengikuti penilaian akreditasi sesuai Permenkes No. 75 tahun 2014 dan Permenkes nomor 46 tahun 2015 tentang akreditasi Puskesmas.

Kadis Kesehatan Busel, dr Darwis Makka melalui, Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Kesehatan Primer, Wa Ode Mahazura mengatakan, penilaian ini sangat penting bagi seluruh Puskesmas. Pasalnya, bukan sekadar mengejar sertifikat akreditasi saja, tapi lebih pada upaya pembinaan sistem pelayanan dan manajemen.

Puskesmas sudah dilakukan proses penilaian akreditasi adalah Puskesmas Batauga yang tinggal menunggu hasilnya. Sedangkan yang sementara berproses yakni Pusekemas Sampolawa. Rencananya tahun 2018 dan 2019 disiapkan tiga Puskesmas lagi untuk mengikuti proses akreditasi.

Dalam penilaian akrediatasi, kata dia, ada empat kategori yaitu dasar, madya, utama dan paripurna. Dalam proses penilaian ini tak cukup hanya kelengkapan administrasi, tapi harus didukung dengan sarana dan prasaran yang memadai. Untuk Puskemas Sampolawa dan Batauga sudah terpenuhi.

Ia menambahkan, setelah mendapatkan sertifikat penilaian standar dari Kemenkes, maka wajib hukumnya Puskemas untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan sistem manajemen. Setelah itu, naik lagi statusnya, setingkat dari level sebelumnya jika sudah ada perubahan kualitas pelayanan.

Karena itu Pemkab Busel melalui Dinkes terus berupaya membenahi, meningkatkan kualitas pelayanan dan manajemen di setiap Puskemas, sehingga bisa mendapat pengakuan dan sertifikat akreditasi. Jika tidak, terancam tak dapat bekerja sama dengan BPJS. Dan dampak buruknya bisa saja akan turun status menjadi Puskesmas pembantu. (aga)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker