Buteng

Randy Sabara, Penggoreng Ayam yang Wakili Buteng di Pentas LIDA 2 Indosiar

RELA melepas kuliah dan memilih merantau terpaksa harus dijalani Randy Sabara, peserta Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2 Indosiar dari Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal itu dilakukannya demi membantu meringankan beban orang tua menafkahi adik-adiknya bersekolah, karena ayahnya hanyalah penjual asesoris keliling di pasar-pasar di Buteng.

Padahal, setamat SMAN 1 Gu (2014) anak pertama dari lima bersaudara ini sudah tembus jalur bebas tes di Universitas Pattimura (Unpati) Ambon-Maluku, jurusan Sosial Politik (Sospol). Dari 500 lebih siswa, hanya 12 orang yang lulus bebas tes, salah satunya Randy Sabara.

“Saat itu, saya sudah datang mendaftar dan melaporkan diri di Unpati dan sudah membayar uang Universitas. Tiba-tiba dapat panggilan dari kampung di Lombe untuk pulang bantu orang tua, kemudian disuruh ikut keluarga merantau ke Makassar,” tutur Randy kepada media ini ditemui saat meminta dukungan di SMAN 1 Gu, Kamis (10/1/2019).

Setiba di Makassar, rupanya harus bekerja di rumah makan sebagai penggoreng ayam di Jalan Sultan Hasanudin Kabupaten Gowa. Satu tahun menjalani pekerjaan itu, Randy kemudian pindah kerja di Holland Bakery, perusahaan makanan dan minuman untuk menambah pundi-pundi penghasilannya sampai sekarang.

Awal kerja di Holland Bakery itu, anak dari pasangan Samsul Sabara dan Wa Ima ini terkadang harus rela berjalan kaki sejauh enam kilometer dari rumahnya karena belum memiliki sepeda motor. “Kalau teman tidak datang jemput, harus jalan kaki lagi. Kita harus berjalan sekitar enam kilo baru dapat ojek. karena shift saya malam hari sudah tidak ada ojek. Jadi tiba di tempat kerja sudah mandi keringat,” kisahnya.

Randy Sabara

Bekerja di Holland Bakery ini baru ia intens mengolah bakat menyanyinya sewaktu masih SMA. Sebab, semasa SMA pernah dua kali mewakili sekolah tingkat Kabupaten Buton di Pasarwajo. “Masih kerja di penggorengan ayam kadang juga menyanyi-menyanyi sambil goreng ayam,” katanya.

Dua tahun bekerja di Holland Bakery, pemuda kelahiran Tumisi-Kamal, Ambon 9 Juni 1995 ini mulai memberanikan diri mengikuti lomba-lomba menyanyi. Dimulai dari Bintang Dangdut Angin Mamiri (BDAM) Oktober 2017, salah satu festival menyanyi bergengi di Makassar yang diikuti perwakilan semua kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi selatan (Sulsel).

“Dari sekitar 300-an yang ikut audisi, hanya 30 orang yang tembus dan salah satunya adalah saya. Alhmadulillah sampai tembus semi final, Atas prestasi itu, saya kemudian diajak gabung masuk group BDAM. Dari situ saya kemudian mendapatkan informasi-informasi lomba dangdut dan mengikutinya hingga beberapa kali mendapat juara,” cerita Randy penuh semangat.

Terakhir Randy mendapat juara Harapan I di Kontes Dangdut Senada di Kabupaten Maros skala Selselbar, November 2018. Dengan modal itu, group BDAM merekomendasikan dirinya dan 20 orang lainnya untuk ikut audisi LIDA 2.

“Audisinya kita langsung tahap dua, karena kita orang-orang pilihan BDAM. Hanya saja, saya terkendala karena KTP Buteng. Bersyukur ada senior saya yang dijuluki Raja Festival Dangdut di Bulukumba menyarankan untuk ikut audisi online saja,” paparnya.

Randy kemudian mencari petunjuk bagaimana audisi online itu. Ia pun melihat postingan di instagram Fildan cara mengirim video online yang diposting kapanlagi.com. Video yang dibuatnya dua lagu, yakni lagu blitz dan slow sebelum penutupan 23 November 2018.

Audisi online LIDA 2 itu pun kemudian diumumkan 4 Desember 2018. Saat membuka instagramnya, ia melihat banyak komentar dan LIDA 2 menandai dirinya sebagai salah satu tiga peserta yang lolos dari 3.000 lebih peserta.

Tiga peserta yang lolos audisi online itu yakni, Rezky Ramadani dari Provinsi Jambi, Matius Tibo dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Randy Sabara dari Provinsi Sultra. “Saya seperti tidak percaya dapat pengumuman itu. Tapi saya kembalikan ke niat awal saya waktu kirim video, bahwa disinilah (LIDA 2, red)

awal karir saya. Alhamdulillah, dikabulkan Allah SWT,” ucapnya.

Randy kemudian melihat lagi nama-nama 80 orang dari 34 provinsi yang lolos audisi LIDA 2, ternyata sudah terpampang namanya dari Provinsi Sultra bersama Wa Ode Mardiana yang akan mewakili Kota Baubau.

Randy bertekad, akan memberikan yang terbaik untuk mengharumkan nama Sultra, utamanya Buteng kelahiran ibunya dan Muna kelahiran ayahnya. Dirinya juga siap mempromosikan adat, kebudayaan, dan destinasi wisata di Sultra, khususnya Muna dan Buteng di level nasional melalui LIDA 2 ini.

Maka itu, ia mengharapkan doa dan dukungan penuh dari keluarga, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Buteng-Muna dan Sultra, agar bisa sukses seperti seniornya Fildan.(uzi)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker