Buton

Ribuan Barang Kedaluwarsa Disita BPOM

BUTONPOS.COM, PASARWAJO – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Cabang Bau-Bau menyita ribuan botol minuman kemasan yang sudah kedaluwarsa dan menyalahi izin edar dari tangan pedagang di Pasarwajo, Selasa (19/12). Penyitaan dilakukan ketika BPOM bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Buton melakukan razia jelang natal dan tahun baru.

Koordinator BPOM Cabang Baubau Irianti Amin menjelaskan, ribuan botol minuman kemasan terdiri 500 pics lebih tersebut disita tiga titik berbeda, yakni di Pasar Sabho, Pasar Kaloko dan salah satu gudang di Pasarwajo. Barang itu rata-rata sudah ekspayer sejak Oktober 2017.

“Ini kami lakukan karena kami ingin melindungi masyarakat dari mengonsumsi produk kedaluwarsa yang membahayakan kesehatan,” jelas Irianti Amin usai melakukan razia, kemarin sore.

Dijelaskan, sejak razia Senin lalu, beberapa lokasi di Kecamatan Pasarwajo dan Lasalimu berhasil diamankan 10 jenis produk kedaluwarsa, diantaranya termasuk beberapa kopi sachet dan bumbu dapur. Seluruh barang sitaan kini sudah diamankan di Kompleks Perkantoran Takawa.

“Nanti akan kami musnahkan semua,” ujarnya.

Dikatakan, tidak ada penangkapan bagi pemilik produk kedaluwarsa dalam razia tersebut. BPOM hanya memberi peringatan dan pembinaan agar pedagang ataupun distributor tidak mengulangi perbuatan yang sama.

“Mereka cukup kooperatif. Jadi kami bina dan memberi peringatan saja dulu, tetapi kalau ini terulang, ada langkah tegas yang kami ambil,” tegasnya.

Menurutnya, perlu ada kesadaran dari pedagang maupun masyarakat selaku konsumen untuk cerdas dalam memilih barang. Sebab, produk kedaluwarsa sangat berbahaya jika dikonsumsi. Selain itu, Pemda juga perlu aktif memantau dan melakukan pembinaan kepada pedagang maupun distributor agar tidak ada lagi barang kedaluwarsa yang dikonsumsi masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Butob Wahyuddin mengatakan, pengawasan akan terus dilakukan bersama BPOM. Pihaknya juga sudah meminta pedagang dan distributor untuk patuh terhadap aturan.

“Ini memang butuh pengawasan semua pihak, bukan saja pemerintah, tetapi juga masyarakat harus jadi konsumen cerdas,” imbaunya. (man)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker