Muna

Ringroad Laworo Mulai Dibenahi

BUTONPOS.COM, MUBAR – Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Pemkab Mubar) kembali menata jalan lingkar (ringroad) Kota Laworo, setelah dihancurkan oleh genangan air beberapa bulan lalu. Kondisi jalan yang dulunya terlihat tipis, kini ditingkatkan ketebalannya.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mubar, Muh. Amrin Atiri mengatakan, postur ringroad Kota Laworo kedepan akan jauh berbeda dengan kondisi sebelumnya. Pemkab akan menata ulang postur jalan itu supaya lebih baik lagi.

“Kita tingkatkan ketebalannya sampai 71 cm dan paling rendah 41 CM. Sekarang sementara proses penimbunan tahap awal dengan material urpil. Setelah itu masuk timbunan kelas B, kemudian dilapisi lagi kelas A,” ungkapnya.

Jalan dua jalur yang diperbaiki tersebut sepanjang 26 kilometer. Bukan hanya ketebalan yang ditingkatkan, tetapi lebar jalan juga diperluas dari 3 meter menjadi 6 meter, ditambah bahu jalan 1,5 meter. Sebab, ringroad ini dalam penataannya masuk jalan dalam kota.

“Kami juga sudah bangun talud dan kanal di bagian tepi jalan, sepanjang ringroad. Sungai yang sering meluap akibat guyuran hujan deras sudah diperluas. Ada beberapa sungai yang digaruk dan diperluas yakni aliran Sungai Waturempe, Waukuni, dan Wandoke,” sebutnya.

Ketinggian talud yang dibangun lanjutnya, rata-rata 1 meter sehingga terlihat melewati teras rumah-rumah warga, termasuk ketinggian badan jalan. Ketika sudah diaspal nanti, badan jalan akan rata dengan talud.

“Daerah yang dilewati ringroad itu, dataran rendah dan daerah rawah. Makanya mudah digenangi air ketika sungai meluap. Kalau dibiarkan seperti itu terus, maka akan selamanya kondisi jalan kita rusak, walaupun diperbaiki secara total,” tutur Amrin.

Mantan Kabag Pembangunan Setkab Mubar ini mengaku, tahun ini baru sebatas pengerasan dan tanggul untuk mengantisipasi musim hujan 2018. Sudah ada anggaran awal yang disiapkan lewat APBD perubahan sebesar Rp 1 miliar. Bahkan ditargetkan untuk menuntaskan pengerasan jalan tersebut hingga 2018 mendatang.

“Ini berkelanjutan. Kemungkinan 2018 belum bisa diaspal. Rencananya kita tuntaskan sampai tahun anggaran 2019 nanti. Jelasnya yang diprioritaskan itu, jalan kota termasuk jalan dari Punto-Waturempe, dan beberapa ruas jalan lainnya,” tandas pria yang kerap disapa La Muri itu. (p5)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker