Sultra

Rp 1,4 Triliun untuk Jembatan Buton-Muna, Pemprov Sultra Percepat Penyusunan LARAP

PUBLIKSATU.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) mempercepat penyusunan dokumen Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) jembatan penghubung Pulau Buton dan Muna. Apalagi pihak Kementerian Pekerjaan Umum sudah memberi respon untuk pembangunan mega proyek di Sultra kepulauan tesebut.

Bahkan tidak tanggung-tanggun Kementerian PU rencananya akan menganggarakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 1,4 triliun untuk pembangunan jembatan sepanjang 680 meter. Dimana jembatan itu titik awal pembangunannya dari wilayah Kelurahan Kolagana (Kota Baubau) menuju wilayah Waburense (Kabupaten Buton Tengah).

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sultra, Abdul Rahim saat ditemui mengatakan, percepatan pembangunan jembatan penghubung Muna-Buton tersebut merupakan inisiasi dari Gubernur Sultra, H Ali Mazi SH. Bahkan sejak awal masa kepemimpinannya sebagai Gubernur Sultra Ali Mazi sudah menyuarakan hal tersebut.

“Apalagi ini merupakan projeck besar dan butuh proses, sampai hari ini sudah dilakukan penyusunan aksebitinya dan itu dilakukan kementerian PU sendiri. Saat ini, kami terus mendorong pada saat Musrenbang nasional kemarin, dimana saya secara spesifik menyuarakan tentang pembangunan jembatan penghubung Muna-Buton. Alhamdulillah sudah masuk dalam isu skala strategis Kementerian Pekerjaan Umum, karena jika tidak masuk dalam isu skala strategis ini tidak akan terbangun,” ulasnya.

Kemudian diberbagai kesempatan, kata Rahim, pihaknya juga telah membangun komunikasi dengan pihak Kementerian PU dan alhamdulillah komunikasi tersebut sangat menggembirakan. Dimana saat kunjungan Menteri PUPR beserta Dirjen Bina Marga beberapa bulan lalu, itu diminta khusus oleh Gubernur Sultra H Ali Mazi untuk percepatan pembangunan jembatan penghubung Muna-Buton.

“Pada saat itu Menteri Pekerjaan Umum langsung mengatakan respon yang sangat positif mengenai diadakan percepatan pembangunan jembatan penghubung Muna-Buton. Dimana Menteri PU pada saat kunjungannya mengemukakan dalam forum dan sangat memberikan respon serta mengapresiasi terhadap pembangunan jembatan penghubung Muna-Buton,” terang Rahim.

Alhasil, lanjutnya, Kemeterian PU rencananya akan menganggarakan pembangunan jembatan sepanjang 680 meter itu sebesar kurang lebih Rp 1,4 triliun dengan menggunakan dana APBN. Dengan titik pembangunannya dari wilayah Kelurahan Kolagana (Kota Baubau) menuju wilayah Waburense (Kabupaten Buton Tengah).

“Terkait mengenai rencana pembangunan jembatan penghubung Muna-Buton, pihak kami Dinas Sumberdaya dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara saat ini sudah mengambil langkah kongkrit dalam wujud tahun ini, yakni 2019 kami programkan penyusunan dokumen Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP),” bebernya.

LARAP ini, jelasnya, merupakan dokumen pendukung pembebasan lahan dan tidak lanjut. Pihaknya juga sudah menghubungi Kepala Bapedda Kota Baubau dan Kepala Dinas PU Buton Tengah untuk segera menyiapkan pembebasan lahannya.

Karena kata Rahim, pada saat di Musrenbang nasional selalu ditanyakan bagaimana mengenai pembebasan lahannya. Saat itu pihaknya memberikan jaminan terkait mengenai pembebasan lahan tidak jadi masalah.

“Karena untuk Kota Baubau sendiri sebenarnya sudah ada cadangan lokasi pembebasan lahan dan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Bupati Buton Tengah dalam menyiapkan pembebasan lahan serta kesiapan yang ditindaklanjuti dengan penyusunan dokumen LARAP-nya,” tandasnya.

Lantas Rahim memastikann dalam waktu dekat ini segera akan disampaikan ke pihak Kementerian PU sebagai salah satu bentuk komitmen Gubernur Sultra dalam rangka menberikan dukungan penuh terhadap pembangunan jembatan Muna-Buton tersebut. (m1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker