Bombana

RPJMD Tafdil-Johan Tunggu Dewan Ketok Palu

BUTONPOS.COM, BOMBANA – Pemkab Bombana resmi menyodorkan rancangan peraturan daerah (Raperda) untuk Rencana Pembangunan Jangka Mengah Daerah (RPJMD) ke DPRD pada Selasa (5/12) lalu. Dokumen perencanaan pembangunan untuk lima tahun kedepan itu, kini tinggal menunggu ketok palu dari desan untuk diwujudkan menjadikan sebuah peraturan daerah (Perda).

Wakil Bupati Bombana, Johan Salim menyatakan, RPJMD merupakan kewajiban konstitusional yang harus dipenuhi. RPJMD merupakan salah satu pedomaan atau payung dalam meletakan pembangunan, pemerintah hingga kemasyarakatan dalam kurun waktu 2017-2018.

“Kita berharap pembahasan Raperda ini lekas diselesaikan, agar tahapan maupun program pembangunan kedepan itu lekas direlisasikan. Kami kan sudah ancang-ancang untuk menyusun RKP tiap SKPD untuk 2018 nanti. Namun, kita tunggu dulu kelarnya Perda RPJMD ini,” ujar Johan usai membacakan pidato pengantar Bupati Bombana H. Tafdil saat paripurna pembahasan RPJMD di Kantor DPRD Bombana.

Mantan Wakil Ketua DPRD Bombana itu mengatakan, RPJMD yang disodorkan tersebut, merupakan cerminan dari visi-misi dan program kepala daerah saat kampanye di Pilkada lalu. RPJMD tersebut sambung Johan, sudah diselaraskan dengan RPJM Nasional hingga Provinsi Sulwesi Tenggara.

Diantarnya terdapat lima misi yang dibingkai dalam visi mewujudkan Bombana sejahtera. Yakni, melanjutkan percepatan infrastruktur, melanjutkan reformasi birokrasi, melanjutkan pembangunan ekonomi, melanjutkan upaya peningkatan sumber daya manusia serta melanjutkan pemantapan pembangunan budaya masyarakat Bombana.

“Rumusan misi itu merupakan kondisi ideal yang ingin diwujudkan guna mencapai visi kabupten mewujudkan Bombana sejahtera. Substansi misi tersebut adalah upaya melanjutkan proses pembangunan sebelumnya sehingga kesejahteraan, ketimpangan maupun pengurangan kemiskinan cepat teratasi,” tukas Johan.

Sementara itu, Ketua DPRD Bombana Andi Firman mengatakan, pihaknya siap membahas Raperda RPJMD tersebut. “Kita upayakan secepatnya. Apalagi RPJMD itu untuk kepentingan pembangunan dan masyarakat Kabupaten Bombana. Sesudah pidato pengantar ini, insya allah besoknya sudah ada. pembahasan. Kami tuntaskan Raperda RPJMD ini, baru melangkah untuk RAPBD 2018. Semua diupayakan tidak menyebrang tahun,” tandasnya. (dar)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker