Baubau

RS Siloam Gelar Media Gathering Mengenal HIV Aids

BUTONPOS.COM, BAUBAU – Siloam Hospital Buton gelar media gathering dengan tema mengenal lebih dekat tentang HIV/AIDS. Acara yang dihelat di Gedung Rumah Sakit Siloam Buton, Jumat (29/12/2017) malam itu menghadirkan narasumber dr Edward J Thendiono Sp PD.

Edward menjelaskan penyakit acquired immune deficiency syndrome (AIDS) merupakan suatu penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodefiency Virus) di dalam tubuh manusia.

Virus ini menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh atau berkurangnya daya tahan tubuh yang membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit.

Penyakit ringan seperti flu sekalipun bisa menjadi ancaman kematian bagi penderita vurus ini.

Virus ini bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah dan ASI. Virus ini tidak bisa menyebar melalui keringat atau urine.

“Penularannya melalui hubungan seks tanpa pengaman dan sering bergonta ganti pasangan, transfusi darah, jarum suntik dan hubungan seks sesama jenis lebih tinggi terjangkit HIV,” katanya.

Edward menambahkan, tes HIV biasanya berupa tes darah untuk memastikan adanya antibodi terhadap HIV di dalam sampel darah.

“Dimana kita mendeteksi anti bodi yang bereaksi terhadap virus tersebut dan kebetulan di Siloam ada. Jadi bisa melakukan tes di Rumah Sakit Siloam,” kata dr Edward

Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit HIV Atau Aids. Obat ARV atau obat anti retroviral yang diberikan kepada penderita HIV saat ini berfungsi untuk menekan pertumbuhan virus sehingga memberikan harapan hidup lebih lama kepada penderita.

“Sebenarnya tidak dapat membunuh virus tetapi hanya dapat menekan aktivitas virus, makanya pengobatan untuk penderita HIV itu seumur hidup. Apa bila obatnya dihentikan, maka perkembangan virus akan makin cepat,” jelas dr Edward.

Saat ini obat-obatan khusus penderita HIV tidak diperjualbelikan dengan bebas hanya tersedia di rumah sakit yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan.

“Saat ini yang menyediakan hanya ada di Rumah Sakit Palagimata dan Puskesmas Wajo, karena merekalah yang ditunjuk oleh Departeman Kesehatan Republik Indonesia untuk menyalurkan obat-obatan kepada penderita HIV,” jelas dr Edward.(po3)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker