Sultra

Saleh Lasata Buka Festival Meleura

BUTONPOS.COM, MUNA – Plt Gubernur Sultra, Saleh Lasata secara resmi membuka Festival Pantai Meleura. Kegiatan tersebut dimulai sejak Rabu hingga Minggu (20-24/12).

Nurdin Pamone, Ketua Panitia Pelaksana mengatakan, dasar pelaksanaan Festival Meleura adalah kebijakan Pemerintah Pusat yang mendukung daerah-daerah untuk mengembangkan potensi pariwisata. Disisi lain, juga menjadi ikon RPJMD Pemkab Muna di bawah komando pasangan bupati-wakil bupati, LM Rusman Emba-Malik Ditu.

“Tujuan kegiatan ini untuk menggali potensi wisata yang selama ini terpendam, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Kegiatan ini juga akan menjadi agenda tahunan Pemkab,” terangnya.

Bupati Muna, LM Rusman Emba menerangkan, Festival Meleura merupakan perwujudan dari upaya Pemkab dalam mendorong percepatan pembangunan industri pariwisata di daerah. Hal ini sejalan dengan brand wisata Kabupaten Muna yaitu “Mai Te Wuna” (Datanglah di Muna).

Tagline ini menjadi momentum para stakeholder pariwisata (pemerintah, industri pariwisata, dan masyarakat) akan pentingnya pembangunan kepariwisataan yang mengedepankan menciptakan pertumbuhan perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta menghapus kemiskinan terhadap masyarakat di sekitar destinasi pariwisata.

“Saya berharap, agenda Festival Meleura tidak hanya menjadi agenda tahunan Kabupaten Muna, tetapi juga dapat menjadi agenda tahunan Pemerintah Provinsi maupun Kementerian Pariwisata,” harapnya.

Mantan Senator DPD-RI itu menerangkan bahwa Muna banyak memiliki potensi wisata baik wisata gunung, wisata pantai, wisata budaya dan religi maupun wisata kuliner. Karena itu, kedepan Pemkab akan kembali menyelenggarakan Festival Gua Liangkabori. “Insya Allah Bulan Februari 2018, Festival Gua Liangkabori kita selenggarakan,” terangnya.

Sapto Hariyono, perwakilan Kementerian Pariwisata mengapresiasi langkah Pemkab Muna yang mulai mengembangkan pariwisata berbasis kearifan lokal. Hal tersebut tentunya sesuai dengan nawa cita Presiden, Joko Widodo. “Kita akan terus membantu dan mempromosikan pariwisata Muna,” janjinya.

Dalam mengembangkan pariwisata, menurutnya ada tiga kunci utama yang harus diperhatikan. Pertama soal atraksi. Lalu, akses dan terakhir sarana prasarana penunjang seperti hotel, souvenir dan lain-lainnya. “Kalau tiga itu sudah dipenuhi, yakin banyak wisatawan yang akan berkunjung ke Muna,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sultra, Saleh Lasata salut akan gebrakan bupati dalam melakukan pembangunan pariwisata melalui kearifan lokal. Ia sedikit mengulas kisahnya saat menjadi bupati Muna 21 tahun lalu.

Kala itu, akses menuju Meleura tidak bisa ditembus menggunakan kendaraan, karena dipenuhi tanaman masyarakat. Saat itu juga, ia bernegosiasi dengan masyarakat yang pada akhirnya membebaskan lahannya untuk pembukaan jalan. “Pantai Meleura ini pertama kali saya buka 21 tahun lalu. Saya jadikan tempat wisata keluarga,” katanya.

Ia berharap pada Pemkab untuk terus mengembangkan potensi pariwisata dengan tidak melupakan kerarifan lokal dan budaya. Apalagi, di Festival Meleura ini banyak kegiatan bernuansa khas daerah semisal, Kantola, Rambi Wuna dan lain-lainnya.

“Itu harus terus dikembangkan. Terpenting jangan lupakan identitas daerah, utamanya bahasa Muna,” tukasnya. (cr1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker