Buteng

Samahuddin Bangun Buteng dengan Keikhlasan Warga

Bupati Buteng, H Samahuddin melakukan pendekatan persuasif dengan warga terkait pelebaran jalan di Desa Kancebungi, Kecamatan Mawasangka

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Pelebaran jalan yang berdampak mengenai pagar dan teras rumah warga, menjadi tantangan besar dan berat bagi Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin memulai pembangunan infrastruktur dasar di daerah yang mekar 24 Juni 2014 itu.

Namun sebagai pemimpin yang lahir dari rakyat dan selalu dekat dengan rakyat, kendala tersebut mampu diatasinya dengan pendekatan kalbu. Mendatangi warga dengan turun langsung di lapangan, berbicara dari hati ke hati dan mau duduk dimana saja, membuat warga simpatik dengan pembawaan dan kesederhanaannya yang tidak memposisikan diri sebagai seorang kepala daerah.

Apalagi ketika duduk dan berbicara dengan menggunakan bahasa daerah setempat, betul-betul menyatu dengan rakyatnya. Kesan yang timbul kemudian, tak ada jarak antara pemimpin dengan rakyat.

Sikap yang senantiasa menghargai siapa pun inilah, membuat hati rakyat luluh dan ikhlas merelakan pagar rumah atau teras rumahnya dibongkar untuk pelebaran jalan, tanpa menuntut ganti rugi sepersen pun.

Hal ini terlihat ketika orang nomor satu di Kabupaten Buteng itu turun meninjau proyek pelebaran jalan lingkar dari Desa Kancebungi Kecamatan Mawasangka, hingga Kelurahan Lakorua Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng), Rabu (13/12).

“Saya mohon maaf, ternyata sebagian teras rumah ibu terkena pelebaran jalan setelah diukur. Semoga ibu tidak keberatan kalau ini dibongkar, nanti saya suruhkan anggota yang kerjakan dan rapikan. Mudah-mudahan menjadi sumbangsih yang berharga buat daerah dan amal kita diakhirat nanti untuk kepentingan orang banyak,” tutur bupati dengan santun kepada seorang ibu paruh baya di Desa Kancebungi.

Merasa sangat dihargai, ibu tersebut dengan ikhlas mempersilahkan bupati untuk membongkar sebagian terasnya yang terkena pelebaran jalan. Justru dirinya mengaku malu jika yang lainnya ramai-ramai ikhlas, sementara dirinya tetap bertahan dan tidak mau jadi sandungan pemerintah membangun daerah.

Pendekatan dari ke hati tersebut juga dilakukan orang nomor satu di Kabupaten Buteng itu kepada setiap warga lainnya yang kebetulan pagar dan teras rumahnya terkena dampak pelebaran jalan. Semua tidak keberatan dan sangat mendukung kegiatan pembangunan jalan tersebut, karena mereka sudah sangat lama menantikan pengaspalan jalan.

Cara pendekatan persuasif tersebut rupanya menjadi senjata bupati definitif pertama yang dipilih langsung rakyat pada 9 Februari 2016 lalu itu, untuk mewujudkan visi misinya yang “Berkah” yakni bersih, sejahtera, produktif, agamis, dan harmonis.

“Masyarakat Buteng ini sangat menghargai orang lain. Jika kita menghargai mereka dengan baik, maka kita akan lebih dihargai lagi. Jangan tunjukan kehebatan atau kepintaran, apalagi keangkuhan, pasti mereka akan melawan kita,” tutur Samahuddin kepada Buton Pos di dalam mobil dinasnya saat perjalanan pulang meninjau jalan lingkar Mawasangka-Masteng tersebut.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Buteng ini berharap, niatnya yang tulus ikhlas membangun Kabupaten Buteng senantiasa mendapat dukungan yang baik dari seluruh masyarakat. Pembangunan yang dilakukannya dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat dan mendapat keberkahan dari Allah SWT.

“Saya berharap keikhlasan warga dalam mendukung pelebaran jalan ini bukan hanya di Mawasangka saja, tetapi di kecamatan lainnya. Karena jalan yang akan kita perlebar nanti rata-rata 15 meter yang kita rencanakan dua jalur,” tuturnya.

Menurutnya, masyarakat harus menyadari bahwa Buteng saat ini bukan lagi sebuah kaecamatan tapi sudah menjadi sebuah kabupaten, sehingga jalanannya pun harus diperlebar. “Bukan untuk saya, tapi masyarakat sendiri dan anak cucu kita nanti,” pungkasnya. (uzi)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker