Buton

SDA di Lasalimu Dinilai Kurang Dapat Perhatian dari Pemda

PUBLIKSATU.COM, BUTON – Kekayaan dan Sumber daya alam (SDA) di Indonesia memang seakan tiada tara. Hampir setiap pelosoknya menyimpan pesona tersendiri.

Seperti halnya di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Di negeri salah satu penghasil tambang terbesar ini juga menyimpan sumber daya yang tak kalah bagusnya dengan daerah lain, khususnya di Kecamatan Lasalimu.

Lasalimu secara geografis terletak di bagian timur Buton. Secara umum, sejak Buton menjadi sebuah Daerah Otonom sebagai kabupaten pada tahun 2001 tepatnya 21 Juni 2001.

Terbentuk menjadi sebuah pemerintahan berbentuk kota di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara berdasarkan UU No 13 Tahun 2001.

Dengan terbentuknya Kota Baubau maka Pemerintahan Kabupaten Buton harus memindahkan ibu kotanya yang saat ini berada di Kecamatan Pasarwajo, dan penetapanya pada tanggal 10 Juni 2003 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2003 tentang Pemindahan Ibukota Kabupaten Buton dari Wilayah Kota Bau-Bau ke Pasarwajo.

Kabupaten Buton saat ini secara wilayah administrasi tersisa 7 kecamatan setelah melepas dua kabupaten sekaligus yaitu Kabupaten Buton Selatan dan Kabupaten Buton Tengah pada pertengahan 2014 Lalu.

Tujuh kecamatan tersebut yaitu Kecamatan, Wabula, Pasarwajo, Wolowa, Siotapina, Lasalimu Selatan, Lasalimu dan Kecamatan Kapontori.

Bicara Lasalimu berdasarkan administrasi wilayah merupakan Kecamatan yang terdiri dari 14 Desa dan 1 Kelurahan, yakni Desa Wasambaa, Wasuamba, Bonelalo, Talaga Baru, Lasembangi, Sribatara, Togo Mangura, Suandala, Nambo, Lawele, Benteng, Wagari, Kakenauwe, Waoleona Da Kelurahan Kamaru.

Dari ke 14 Desa/1 Kelurahan memiliki Sumberdaya Alam (SDA) yang melimpah sehingga harus ada perhatian serius oleh pemerintah.

Ketua DPK KNPI Kecamatan Lasalimu, Nardin SE mengungkapkan, tiga sektor tersebut harus diperhatikan oleh pemerintah, yaitu sektor pertanian, kelautan/perikanan dan sektor UKM.

Ia meminta pemerintah Kabupaten Buton maupun Provinsi bisa mengecek langsung untuk bisa mengetahui sejauh mana kondisi Kecamatan Lasalimu saat ini.

Menurutnya, sektor laut Lasalimu merupakan daerah yg berhadapan langsung dengan laut Banda tentu sektor kelautan sangat berpotensi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan perekonomiannya.

“Namun kenyataanya masyarakat nelayan Lasalimu masih sangat minim perhatian dari pemerintah. sehingga banyak nelayan yang tidak produktif dan terlihat pasif dalam melakukan dalam melakukan kegiatan sebagai nelayan,” kata Nardin kepada Publiksatu.com.

Di bidang pertanian, Lasalimu sangat memliki luas lahan yang besar dan sangat subur. Saat ini masyarakat tengah menggarap seadanya, dan masih sangat membutuhkan peran pemerintah untuk bisa menjadi petani yang mandiri dan sejahtera.

Usaha Kecil dan Menengah atau yang biasa disebut UKM merupakan jenis usaha dengan modal kecil dan jumlah kekayaannya tidak lebih dari Rp200 juta. Jenis usaha ini sangat banyak di Kecamatan Lasalimu dan perlu mendapatkan perhatian dari lembaga pemerintah untuk menambah modal sehingga mampu bersaing.

Banyak pelaku bisnis UKM di Kecamatan Lasalimu yang tidak mengetahui cara mendapatkan tambahan modal tersebut, sehingga mereka memilih pinjam dari koperasi dengan bunga yang relatif tinggi.

Jika memang pemerintah sudah bermitra dengan salah satu lembaga kuangan dan telah mengucurkan yang biasa disebut Kredit usaha Rakyat (KUR) harusnya informasi tersebut sudah sampai di kalangan masyarakat bawah.

Selain itu juga Infrastruktur jalan baik itu jalan umum maupun jalan tani harus terus dikembangkan. Hal ini mengingat karena infrastruktur menjadi roda penggerak pertumbuhan ekonomi dimana dapat dikatakan bahwa fasilitas umum merupakan salah satu penunjang dalam berbagai hal.

Itu sebabnya mengapa infrastruktur jalan menjadi penting keberadaanya karena selain menjadi arus mobilitas sosial, infrastruktur jalan yang baik dan memadai juga mampu menopang pertumbuhan ekonomi suatu daerah dengan baik.

Oleh karena itu pemerintah kabuten maupun provinsi harus senantiasa melakukan perbaikan jalan umum dan penambahan jalan tani demi menunjang perekonomian masyarakat khusunya masyarakat Lasalimu.

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker