Baubau

Sekda Baubau Cekcok Dengan Anggota DPRD Soal Anggaran Konsumsi

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Rapat gabungan komisi DPRD bersama Pemerintah Kota Baubau dengan agenda pembahasan rancangan peraturan daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2019 mendadak tegang, Kamis (29/11/18).

Ketegangan berawal dari ucapan Sekda Baubau, Roni Muhtar yang menyebut rapat tersebut hanya buang-buang waktu, ditanggapi serius oleh salah satu Anggota DPRD, Joni Munadi Awal.

“Sehingga kalau kemudian ada kehendak untuk meminta masing masing kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempresentasekan belanja perjalanan dinas. Lalu kemudian belanja makan minum, itu merupakan suatu yang membuang-buang waktu, saya kira suatu yang terlalu, waktu kita itu mubazir kalau hanya mempermasalahkan itu. Mohon maaf ini. Mohon juga kami dipahami,” kata Roni Muhtar.

Sementara itu Anggota DPRD, Joni Munadi Awal merasa tersinggung dengan ucapan Sekretaris Daerah yang menyatakan membuang-buang waktu tersebut. Menurutnya, yang disampaikan Roni sangat mengkhawatirkan. Sebab, tugas konstitusi yang diatur untuk DPR itu ada tiga yakni legislasi, pengawasan dan penganggaran.

Tugas DPR dan pemerintah membahas anggaran tersebut untuk dapat merasionalkan biaya perjalanan dinas dan uang makan minumnya.

“Hari ini kita masuk dalam area pembahasan yang merupakan tugas dari DPR. Artinya kalau sampai dia bilang buang-buang waktu kenapa ini APBD dibawa ke DPR. Kalau hanya buang-buang waktu,” protes Joni Munadi.

“Kami mau tanya masing-masing (OPD), kami mau memperjelas. Tapi sekarang kita bicara di forum pembahasan di DPRD, ini belum selesai. Jadi jangan ada bahasa buang-buang waktu, tersinggung saya pak. Kenapa dokumen disurati pimpinan untuk dibahas kalau hanya membuang-buang waktu. Supaya kita lapor sekalian ke gubernur, mereka TAPD ini tidak mau dibahas, ini pembahasan selesai,” tambahnya.

Joni Munadi mengatakan, sebenarnya tidak ada masalah jika masing-masing dinas dihadirkan dalam pembahasan tersebut untuk didengarkan penjelasannya.

“Jangan sampai Pak Sekda dia takut dengan adanya rasionalisasi. Rasionalisasi itu termasuk ditambah pak, kalau misalnya dia kurang atau tidak cukup, kita tambahkan,” ungkapnya.

Menanggapi ketersinggungan Joni Munadi Awal, Sekda Roni Muhtar segera meluruskan perkataannya.

“Secara khusus saya sampaikan kepada Pak Joni untuk meluruskan apa yang saya katakan tadi, sebetulnya bukan saya tidak menghargai forum rapat kita ini, bahwa ini buang-buang waktu, bukan begitu maksud saya,” terang Roni.

Lanjut Roni mengatakan, jika rangkaian pembahasan tersebut dimulai dari klarifikasi tentang anggaran perjalanan dinas dan uang makan minum, maka jawabannya akan bisa ditemukan.

“Kalau rangkaian pembicaraan tadi dimulai dari awal per dinas, kalau memang yang dibutuh itu adalah klarifikasi tentang anggaran perjalanan dinas dan uang makan minum, akan bisa ditemukan jawabannya, dari pada tampil satu satu kepala dinas untuk mempertanggungjawabkan anggaran perjalanan dinas dan uang makan minumnya. Habis itu tanyakan lagi soal kegiatan, supaya apa yang menjadi kehendak kita bersama kita dapat wujudkan,” ulasnya. (Cro1)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker