Wakatobi

Sensus Penduduk, BPS Gandeng Disdukcapil

PUBLIKSATU.COM, WAKATOBI – Kegiatan sensus penduduk nasional yang akan dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wakatobi di tahun 2020 ini, akan bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Wakatobi.

Kerjasama dibangun guna upaya menyamakan angka basis data dasar penduduk (per-list) dalam pelaksanaannya nanti.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Wakatobi, Towedy Martinus Layico, mengungkapkan, hal itu bukan karena tanpa alasan. Karena sensus sebelumnya, dirinya mengakui adanya perbedaan data antara BPS dan Dukcapil Wakatobi yang tidak akurat.

Ia menyebutkan, data Dukcapil Wakatobi untuk semester satu tahun 2019 kemarin, berjumlah 114.600 jiwa. Sementara proyeksi sensus penduduk BPS antara tahun 2010 dan tahun 2015, berjumlah 95. 892 jiwa. Angka tersebut sesuai hitungan yang berdomisili di Wakatobi.

“Itu artinya, disini ada perbedaan data sekitar 18.000. Sensus penduduk yang akan kami laksanakan sekarang itu menggunakan basis data dari catatan sipil. Itulah yang akan kita update. berapa yang sudah pindah, sudah meninggal atau ada penduduk yang belum teregistrasi disini,” terang Towedy Martinus Loyico, usai mengikuti kegiatan pembukaan rapat koordinasi sensus penduduk 2020 di villa Nadila, Rabu (12/2) kemarin.

Terpisah soal data, Kepala BPS Wakatobi mengutarakan, pada sensus penduduk tahun 2020 ini, cara pengambilan data bisa ditempuh dengan dua cara. Pertama, bisa dilakukan secara online, kedua, sensus penduduk wawancara.

“Sensus online kami harapkan partisipasi seluruh masyarakat untuk melakukan pendataan terhadap dirinya sendiri dan keluarganya melalui website sensus.bps.co.id yang dimulai bulan Februari hingga Maret.

Sedangkan untuk sensus wawancara, akan dilaksanakan pada bulan Juli 2020,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Wakatobi, H Arhawi Ruda menitip harapan supaya validasi kependudukan dilkakukan secara akurat. Ini mengingat data BPS sangat penting rujukan keputusan dan analisis.

“Misalnya berapa perkiraan penduduk pada tahun 2050 mendatang. Dengan jumlah penduduk itu menjadi dasar untuk merencanakan berapa bahan makanan yang harus disediakan. Berapa luas lahan pertanian, berapa sarana pendidikan dan kesehatan yang harus disiapkan. Berapa jumlah air bersih yang dibutuhkan, bagaimana daya dukung lingkungan dan sebagainya,” terang Arhawi.(m5)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker