Buton

Seorang Pelajar di Buton Tewas Gantung Diri

PUBLIKSATU.COM, BUTON – Seorang remaja berinisial FR, warga Kecamatan Kapontori, Buton didapati tewas tergantung di pohon perkebunan milik warga. Tepatnya di belakang Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kapuntori, Minggu (24 /2/19) sekira Pukul 10.30 Wita.

Jasad FR pertama kali ditemukan oleh kelompok Umar Dhani dalam kondisi leher terikat usai tiga hari tak pulang ke rumah.

Dari penemuan itu, Umar akhirnya menyampaikan penemuannya ke keluarga korban. Penemuan itu pun kemudian lanjut dilaporkan ke Polsek Kapontori.

Usai menerima laporan penemuan mayat, personil Polsek Kapontori bergegas menuju TKP lalu membawa jasad FR ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan Pulbaket.

Dari hasil pemeriksaan Dokter Puskesmas Kapuntori, Lin memperkirakan korban tewas sejak dua hari lalu. Pasalnya jenazah FR telah membusuk. Sementara dibeberapa bagian tubuh seperti mulut, mata, leher sudah dikerumuni lalat dan belatung.

Sementara itu, berdasarkan keterangan kakak korban, F (inisial) menjelaskan sejak empat bulan terakhir FR yang masih duduk di kelas X SMA itu sudah jarang muncul di sekolah, padahal setiap hari ia meninggalkan rumah mengenakan seragam sekolah.

Selain itu, FR juga sering keluar malam dan pulang saat tengah malam.

Di rumah, kata F, korban terkenal pendiam dan sering mengunci diri di dalam kamar. Diduga FR sedang bermain game online.

Kakak korban menjelaskan FR hanya berbicara saat meminta uang untuk mengisi paket data internet yang telah habis.

“Setiap harinya keluar dari rumah menggunakan pakaian sekolah dan pulang ke rumah setelah jam sekolah namun jarang muncul di sekolah sejak 4 bulan lalu,” ujarnya.

Tak jauh berbeda dengan pengakuan rekan korban, S (inisial) menjelaskan di sekolah FR dikenal sebagai pribadi pendiam. Namun sejak FR mengenal game online, korban terhitung sejak enam bulan terakhir sudah jarang ke sekolah. (Mo1)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker