Buteng

Seorang Petani Jambu Mete di Buteng Ditemukan Tewas di Kebunnya

PUBLIKSATU.COM, BUTON TENGAH – Sahibi Bin La Ngali (63), petani jambu mete asal Desa Baruta Lestari, Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), ditemukan meninggal dunia di samping pagar kebun miliknya, tak jauh dari SMAN 1 Sangia Wambulu, sekira pukul 14.30 Wita, Sabtu (12/10/2019).

Menurut keterangan Kapolsek Sangia Wambulu, Ipda Tri Nugroho, korban biasa berangkat pagi ke kebunnya dan pulang ke rumah menjelang Zuhur untuk melaksanakan Salat di masjid atau di rumahnya. Namun hingga pukul 14.00 Wita, korban tak kunjung pulang.

Peristiwa tak biasa itu membuat isteri korban khawatir dan akhirnya menyuruh salah satu keponakannya bernama Fatur (25) untuk menyusul korban di kebunnya. Baru memasuki pagar kebun, Fatur sudah melihat korban terbaring dalam kondisi tubuh membiru dan sudah tak bernyawa. Ia pun langsung menghubungi keluarga di kampung.

“Pihak keluarga dan anggota langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket),” tulis Tri Nugroho dihubungi media ini via Whatsapp, Minggu malam (13/10).

Pihaknya juga meminta keterangan saksi dari tukang ojek bernama Jantan Cempaka Putih (34) yang sebelumnya mengantar korban ke kebunnya. “Dalam perjalanan, ban sepeda motor saksi beberapa kali terbentur batu akibat kondisi jalan rusak. Hingga akhirnya korban meminta turun saja, karena jarak kebunnya sudah dekat dan saksi pun putar balik pulang ke rumahnya,” jelas Kapolsek.

Pria dengan pangkat satu balak di pundak ini menambahkan, pukul 17.00 Wita tim kesehatan dari Puskesmas Sangia Wambulu turun melakukan pemeriksaan medis dan visum. Namun pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan visum, karena sudah mengikhlaskan kepergian korban dan tidak keberatan.

“Menurut isteri korban, suaminya tersebut mempunyai riwayat penyakit asma dan jantung,” tutup Tri Nugroho.(uzi)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker