BaubauVideo

Setubuhi Bocah SD, Pria di Baubau Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Pelaku persetubuhan anak di bawah umur, Fadlan Nasirun (41) warga Kelurahan Palabusa, Kecamatan Lea-lea, Kota Baubau kini harus mendekam dalam tahanan. Tersangka diduga menyetubuhi SNF binti IKH (12) seorang pelajar sekolah dasar di Batupoaro, Kota Baubau.

“Benar pada hari Jumat 12 April 2019 di Kelurahan Kantalai, Kecamatam Lea-Lea, Kota Baubau Sekitar jam 12.00 Wita telah terjadi kasus persetubuhan Anak di bawah umur,” kata Kasubag Humas Polres Baubau, Iptu Suleman didampingi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di gedung Humas Polres Baubau, Kamis (16/5/2019) siang.

Kronologis kejadian berawal saat korban bersama teman satu sekolahnya berinisial H berkunjung ke rumah kakek korban di Kelurahan Kaobula, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau.

Tersangka kasus persetubuhan anak di bawah umur (tengah)

Tidak berselang lama teman korban mengajak SNF untuk pergi mandi-mandi di Pantai Kamali.

Sementara berjalan kaki saat di Kotamara, teman korban memperkenalkan SNF kepada tersangka dengan mengatakan bahwa tersangka merupakan pamannya yang akan mengantar H dan korban ke Pantai Kamali.

Saat dalam perjalanan pelaku mengatakan akan terlebih dulu pergi menjemput keponakannya di Palatiga, Kelurahan Bukit Wolio Indah, Kecamatan Wolio, Kota Baubau kemudian ke Liabuku untuk mengambil uang dan setelah itu akan mengantar saksi ke Pantai Kamali.

Setibanya di Palatiga pelaku menurunkan korban dan saksi di pinggir jalan lalu menyampaikan untuk menunggu lalu pelaku pergi menjemput seorang tukang ojek, yang menurut pengakuan pelaku tukang ojek tersebut merupakan keponakan pelaku.

Tidak lama kemudian pelaku datang dengan seorang tukang ojek (masing-masing menggunakan sepeda motor), kemudian pelaku menyuruh korban untuk naik bersama pelaku sedangkan saksi naik bersama lelaki yang disebut oleh pelaku sebagai keponakannya itu.

Pada saat melintas di Kelurahan Kadolo  Kecamatan Kadolomoko, korban yang di bonceng oleh pelaku berpisah jalan dengan H yang dibonceng oleh seorang lelaki lainnya.

Sementara korban dibawa pelaku ke Kelurahan Kantalai, Kecamatam Lea-Lea dan di antar ke salah satu kebun warga di daerah tersebut sekitar jam 12.00 Wita untuk menunggu teman pelaku, kemudian korban duduk di dekat pohon dan pelaku duduk di rumah kebun.

Korban meminta kepada pelaku untuk mengantarkan korban untuk pulang namun pelaku berusaha menyakinkan korban bahwa korban tidak akan diapa-apakan, namun karena korban sudah merasa takut akhimya korban berteriak ingin pulang dan pelaku langsung mendatangi korban dan mencekik leher korban menggunakan tangan kirinya dan mengancam korban akan dibunuh kalau terus berteriaksetelah itu pelaku membaringkan korban dan melakukan hubungan badan.

“Motif perbuatan diduga perbuatan tersebut merupakan aksi pelaku untuk mencari kesenangan dengan cara memuaskan nafsu,” ungkapnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti yang diamankan yaitu Pakaian Korban diamankan di Polres Baubau berdasarkan laporan olisi Nomor: LP 181 /vi2019/ SULTRA/ RES BAUBAU, tanggal 13 Mei 2019 dan Perintah Penyidikan Nomor: Sp. Sidik / 57/V/ 2019/ Reskrim, Tanggal 13 Mei 2019

“Pelaku akan dijerat sesuai Pasal 76D Jo Pasal 81 Ayat satu dan dua undang-undang Republik Indonesia Nomor. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas undang-undang Republik Indonesia Nomor. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara selama 15 tahun,” imbuhnya. (Cro1)

SIMAK VIDEONYA!

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker