ButengButon

Sidang Sadli Diskors, Ahli JPU Dipertanyakan Kapasitasnya

PUBLIKSATU.COM,BAUBAU- Sidang kriminalisasi jurnalis Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) , Sadli Soleh diskors, Rabu (12/2/2020). Saat sidang berlangsung alot, sekira pukul 18.23 WITA, hakim ketua Pengadilan Negeri (PN) Pasarwajo, Buton melakukan skors untuk salat magrib.

Angenda sidang masih mendengarkan keterangan saksi ahli. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan ahli pidana.

“Sidang diskors untuk melaksanakan salat magrib,” ucap Hakim Ketua, Subai SH, MH.

Ahli, Dr Kaimuddin Haris, alias Oheo, menerangkan Sodli melanggar undang-undang karena kata Abdacadabra dalam artikelnya mengandung makna pasif. Meski demikian dia belum menyakini itu karena yang bisa menafsirkan kata itu adalah ahli bahasa.

“Bukan kapasitas saya menerangkan dari segi bahasa. Itu tugasnya saksi ahli bahasa,” aku Haris kepada majelis hakim di persidangan.

Di sisi lain, nyatanya Dr Haris dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) disebutkan dia sebagai ahli Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Meski begitu tidak dijelaskan spesifikasi ITE tersebut. Namun dihadapan majelis hakim dia mengaku sebagai ahli hukum pidana. Penyusun BAP itu sendiri adalah penyidik dari Polres Kota Baubau.

“Saya adalah spesialis hukum pidana. Yang akan saya jelaskan hanya hukum pidana dalam kaidah materilnya saja. Tidak menjelaskan proses acara pidana,” jelasnya lagi dihadapan majelis hakim.

Hakim ketua sempat mempertanyakan, apakah di kampus saat ini ilmu hukum pidana itu juga keahlianya dibatasi dalam materil saja, tidak pula dengan hukum acara pidana. Haris membenarkan hal itu.

Untuk diketahui, Pemerintah Daerah (Pemda) Buteng menyeret Sodli ke ranah hukum karena tulisannya mengkritik proyek penataan kawasan Labungkari. Kini proses hukum sedang berjalan di meja hakim PN Pasarwajo. (Po1)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker