Baubau

Siswi SMAN 1 Baubau Lolos Seleksi Paskibraka Nasional

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Gembira tanpa kata-kata. Itulah ungkapan Lestari Puspita Sari (15), siswi kelas X SMAN 1 Baubau yang lulus seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Nasional tahun 2019.

Lestari lahir di Baubau 15 Juli 2003. Ia anak pertama dari pasangan Zaifullah dan Nur Aiyni. Cita-citanya ingin jadi Polisi Wanita (Polwan).

Ia tidak pernah membayangkan akan lulus seleksi Paskibraka tingkat Nasional yang dilaksanakan di Kota Kendari pada bulan Mei kemarin. Pun juga tidak pernah kepikiran untuk ikut seleksi di Kendari.

“Tidak pernah terbayang mau lolos seleksi. Masih banyak yang lebih tinggi dari saya,” katanya, saat ditemui awak media, belum lama ini.

Tantangan Lestari dalam seleksi Paskibraka tingkat Nasional bukan kepalang. Ia harus bersaing dengan 40 orang saat seleksi tingkat Kota Baubau April lalu. Kemudian ia juga mesti mengikuti seleksi tingkat Provinsi Sultra Mei 2019, dengan 50 orang pesaing.

“Di Kota Baubau yang lolos itu ada 4 orang. Perempuan 2 orang laki-laki 2 orang. Kalau di Kota Kendari yang lolos dua orang laki-laki 1 orang, perempuan 1 orang,” paparnya sambil mengenang momen dia mengikuti seleksi Paskibraka.

Lestari, saat mengikuti seleksi, tidak begitu banyak mendapat tekanan moril. Baik dari dirinya sendiri, maupun dari luar dirinya; orang tua.

“Saya tidak pasang targerget harus lolos. Latihan saja,”. lanjutnya “Kalau ayah sama ibu cuma bilang, berusaha saja, kalau rejeki pasti tidak akan kemana-mana,” jelasnya.

Orang tua Lestari, merupakan Aparatur Sipil Negara. Ayahnya seorang polisi yang tugas di Kepolisian Resor (Polres) Kota Baubau. Ibunya pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Baubau.

Putri dari Zaifullah dan Nur Aiyni sungguh tidak bisa melupakan momen dimana ia dinyatakan lulus seleksi Paskibraka Nasional. Dia cuma bisa bergembira.

“Saat itu habis seleksi kita langsung disuruuh pulang di Kota masing-masing. Sekitar dua minggu, saya dapat pengumuman lulus. Senang sekali. Tidak tau mau bilang apa,” kenangnya sekali lagi.

*Suka Olahraga dan Potensi Akademik di Atas Rata-rata

Menurut Wakil Kepala SMAN 1 Baubau, La Hidi mengenai keseharian anak didiknya yang lulus Paskibraka Nasional itu merupakan sosok pemimpin. Saban kegiatan sekolah, Lestari akan menjelma sebagai sosok pemimpin teman-temannya.

Putri kelas X IPA ini memiliki kegemaran di bidang olah raga. Ia pernah ikut lomba balap sepeda tingkat provinsi; kejuaraan (Pekan Olahraga Daerah (Porda) di Kabupaten Kolaka 2018 lalu. Namun ia gagal menyumbang medali untuk Kota kelahirannya, Baubau.

“Kemampuannya di atas rata-rata. Kami tidak meragukan potensi akademiknya. Kami berharap dia bisa lebih maju dari saat ini,” jelas Hadi.

SMA Negeri 1 Baubau merupakan sekolah unggulan di Kota tersebut. Hadi menjelaskan, selain akademik, siswanya juga digemleng dengan pengetahuan etika.

Saat mengikuti seleksi Paskibraka Nasional di Kota Kendari, Lestari disunguhkan pelbagai materi. Mulai dari seleksi akademik, hingga Peraturan Baris Berbaris (PBB).

“Kita dites wawancara (seleksi akademik, sikologi, basa inggris, pengetahuan tentang budaya di daerah,) Samapta, tes parade PBB,” terang Lestari.

Lestari akan terbang menuju Jakarta pada Juli 2019 nanti bersama Muhammad Arief Wijaya, siswa SMA Negeri 2 Kota Kendari yang juga lolos dalam seleksi Paskibraka Nasional tahun ini.(**)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker