Muna

Tak Lulus Berkas, Tapi Masuk Perangkingan, BKPSDM Muna Bantah Manipulasi Data

PUBLIKSATU.COM, MUNA – Pengumuman nilai hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Muna terus menuai sorotan. Selain ada indikasi mafia nilai, kini ada kejanggalan baru yang ditemukan.

Adalah adanya peserta yang dinyatakan tidak lulus berkas namun mengikuti SKD dan dinyatakan masuk perangkingan untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Lain lagi, jumlah peserta seleksi bertambah 5 dari 2407 menjadi 2412 orang. Hal tersebut membuat gaduh masyarakat.

Para peserta seleksi yang merasa dirugikan akhirnya mengadukan masalah tersebut ke DPRD Muna. Mereka menilai pengumuman yang dilakukan oleh Panselda banyak terjadi manipulasi.

La Irwan, anggota Komisi I DPRD Muna mengatakan, aduan dari peserta seleksi CPNS itu menjadi dasar untuk memanggil pihak BKPSDM dan Panselda. “Sebelum pelaksanaan SKB, kita akan panggil. Kita mau cocokan hasil perangkingan dari Panselnas dan Panselda, ” katanya.

Menurut politisi Hanura itu, persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena sudah membuat gaduh masyarakat. Apalagi, ada peserta yang sebelumnya dinyatakan tidak lulus berkas, bisa mengikuti SKD dan hasil perangkingan dinyatakan lulus untuk mengikuti SKB. “Datanya sudah kami pegang, tinggal dicocokan. Kalau toh, nantinya tidak sama, ini bentuk pemalsuan dokumen dan bisa dipidanakan,” tegasnya.

Ketua Panselda CPNS Muna, Nurdin Pamone yang dikonfirmasi terkait itu memilih bungkam. Ia menyerahkan sepenuhnya pada BKPSDM. “Nanti tanya di BKPSDM. Di sana yang tahu teknisnya,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala BKPSDM, Rustam mengakui diakhir-akhir penutupan pendaftaran ada sekitar lima peserta yang berkasnya tidak lengkap dan dinyatakan tidak lulus. Namun, karena saat itu pendaftaran online melalui situs sscn.bkn.go.id belum ditutup, maka pihaknya berusaha mencari berkas-berkas peserta itu. Berkas mereka ternyata tercecer dikirim via Pos di Muna Barat (Mubar). “Setelah berkasnya didapat, kami input online dan diterima. Makanya, jumlah yang sebelumnya bertambah dari 2047 menjadi 2412 orang, ” terangnya.

Mantan Sekretaris DPMD itu menegaskan sama sekali tidak pernah melakukan manipulasi nilai SKD dan jumlah peserta seleksi. “Kami tidak pernah mengubah, data itu semua dari Panselnas,” tandasnya. (cr1)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker