Muna

Tak Mau Randisnya Ditilang, Sekwan Mubar Berdalih STNKnya Tertukar

PUBLIKSATU.COM, MUNA – Ada-ada saja upaya yang dilakukan pelanggar lalu lintas agar terhindar dari tilang. Segala macam alasan dibuat untuk mengelabui Polisi Lalu Lintas (Polantas). Seperti halnya, Mario Verdiansyah, sopir yang mengendarai Kendaraan Dinas (Randis) Sekwan Mubar.

Randis bernomor polisi DT 1006 R itu telah dua kali ditilang oleh Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Muna yang sedang menggelar Operasi Zebra. Pertama saat operasi di poros Warangga. Mobil jenis Inova berwana silver itu ditilang karena menggunakan plat dinas gantung DT 34 R. Usai menyelesaikan tilang, randis warna silver itu kembali menguji Sat Lantas yang sedang melakukan razia di Jalan Husni Thamrin, Kelurahan Butung-Butung. Plat mobil sudah di pasangi yang asli.

Namun, setelah STNKnya dicek, pajak kendaraan telah menunggak sejak tahun 2016 lalu. Karena merupakan pelanggaran, Polantas lalu melakukan penilangan. Sudah tau melanggar, sang sopir ngotot tak mau menandatangani blanko tilang. Ia malah menelpon bosnya (Sekwan), Asbar.

Setelah tersambung, sopir menyerahkan HPnya pada salah seorang Polisi. Dalam percakapan itu, Asbar meminta toleransi agar Randisnya dibebaskan. Dia berdalih telat membayar pajak dikarenakan, STNKnya tertukar. Polisi tidak mau tahu itu. Tilang tetap dilakukan. Beruntung, randisnya tidak ditahan. Polisi hanya menahan SIM sang sopir.

Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Parentongan Sinaga melalui, Kanit Regident Samsat, IPTU Tamuli menerangkan, dalam operasi ini sama sekali tidak ada perbedaan antara masyarakat, pejabat bahkan TNI/Polri.

“Namanya pelanggaran, kita tindaki, ” tegasnya. (cr1)

Topik
Lagi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker