Buteng

Talud Pemecah Ombak di Desa Wakambangura Roboh

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Diduga campuran semennya tidak kuat, proyek talud pemecah ombak di Desa Wakambangura, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) yang baru tiga minggu selesai dikerjakan tiba-tiba roboh karena tidak tahan menahan gempuran ombak musim barat ini.

Sontak saja, proyek yang dikerjakan CV Naira Putri dengan anggaran Rp 200 juta dari APBD 2017 itu mendapat sorotan tajam dari anggota DPRD Buteng Rusli. Dia menyebut proyek yang masuk di kampung halamannya tersebut merupakan peoyek gagal.

“Bisa dibilang proyek siluman, karena sejak awal pengerjaannya tidak dipasang papan proyeknya. Pekerjaannya juga abal-abal, karena campuran semennya tidak kuat. Masa hanya di pinggir-pinggirnya saja yang dilekatkan semen, sementara batu didalamnya hanya disusun saja,” ungkap Rusli ditemui di kantor bupati, Rabu (27/12).

Akibatnya, kata Rusli, proyek Talud pemecah ombak tersebut hanya bisa bertahan selama tiga minggu saja. “Pekerjaannya tidak maksimal, baik dari sisi kontruksinya maupun campurannya tidak memenuhi standar dan terkesan hanya cari untung saja,” tandasnya.

Saat awak media mengkonfirmasi proyek ini ke Dinas Pekerjaan umum (PU), Kabid Perencanaan dan Evaluasi Aminudin membenarkan ada proyek Talud pemecah ombak di Desa Wakambangura, Kecamatan Mawasangka pada APBD 2017.

“Proyek tersebut dikerjakan CV Naira Putri dengan waktu 90 hari kerja. Anggarannya sesuai DPA sebanyak Rp 200 juta,” tuturnya di temui di ruang kerjanya.

Atas laporan robohnya proyek tersebut, pihaknya akan memanggil rekanan atau kontraktornya untuk mencari solusinya. “Yang jelas akan ada perhitungan-perhitungan teknisnya nanti. Bidang Cipta Karya juga nanti kemarin baru mereka tahu robohnya proyek itu,” bebernya.

Sebenarnya, kata Aminudin, proyek tersebut sudah selesai. Namun hanya karena terpaan ombak keras pada cuaca ekstrim seperti ini, akhirnya bisa roboh. “Kalau secara teknis bisa dipertanggungjawabkan pekerjaannya dan sesuai standar, nanti kita buatkan berita acara bahwa itu bencana alam. Tapi kalau tidak, maka akan kita berikan sanksi,” tegasnya.(uzi)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker