Seputar Indonesia

Tempat Swafoto Mulai Menjamur di Sukawana Bangli

PUBLIKSATU.COM, BANGLI – Perkebunan jeruk dan aneka bunga di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Bangli, kini dikembangkan menjadi objek untuk tempat swafoto. Dengan latar belakang Gunung Batur, tempat ini kian ramai dikunjungi turis asing.

Ramainya kunjungan turis direspon masyarakat Sukawana, dengan memunculkan tempat wisata baru. Salah satu tempat wisata baru, yakni Sukawana Sunrise, di Banjar Paketan, Sukawana, Kintamani. Pemilik Sukawana Sunrise, I Ketut Ardana yang sebelumnya bekerja sebagai karyawan hotel di Nusa Dua, Badung, memilih pulang kampung membuat obyek wisata agro.

“Saya sudah enam bulan berencana membuat tempat wisata agro. Karena punya kebun sendiri, kenapa tidak dimanfaatkan. Akhirnya baru mulai buka lima bulan lalu. Karyawan masih keluarga semua,” kata Ardana, Rabu (15/5).

Dijelaskan, saat pertama kali buka, hanya warga lokal yang banyak berkunjung. Meski begitu, lambat-laun tempat wisatanya mulai dikenal. Puncaknya ketika foto-foto milik fotografer tersebar di media sosial Instagram dengan hastag #sukawanasunrise.

Dia mengakui, keinginannya mengembangkan obyek wisata supaya Desa Sukawana dikenal luas. Di samping itu, letak kebun yang berhadapan dengan Gunung Batur, menjadi potensi andalan untuk dijual. “Kami tidak melakukan promosi, karena kami yakin akan berkembang sendiri. Kan ini tempat selfie (swafoto),” ucapnya.

Pembangunan tempat dilakukan bertahap. Biayanya pun tergolong kecil karena bahan-bahan bangunan didapat langsung dari perkebunan. Misalnya anjungan dan balai santai, semua bahannya menggunakan dahan pohon kering yang didapat dari kebun jeruk dan hutan wilayah Sukawana.

“Bbahan yang lain ditambahkan sendiri untuk mengirit pengeluaran. Di samping itu, sistem awal bukanya pakai dana punia (sumbangan suka rela). Jadi belum dapat untung karena dipakai membangun,” kenangnya.

Rata-rata kunjungan per hari mencapai 30 orang pada hari biasa. Namun pada hari libur mencapai 30-50 orang per hari. Demi membuat pengunjung betah, Ardana menyediakan cafe kecil. Selain spot selfie, di sana juga disediakan tempat berkemah. Pengunjung hanya dikenakan tiket masuk Rp 15 ribu tiap orang. Bagi yang ingin kemah, pengelola menyiadakan fasilitas lengkap dengan harga bervariatif antara Rp 60-80 ribu tiap tenda.

“Untuk glamping ada lima. Bagi yang kemah, sudah ada enam teras untuk enam tenda. Satu tenda ada yang kapasitas dua orang sampai enam orang,” pungkas Ardana.

(bx/aka/man/JPR)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker