Baubau

Terdakwa Lakalantas Dituntut Empat Bulan

PUBLIKSATU.COM, BAUBAU – Darmawati (52) terdakwa kasus Lakalatas pada Mei 2019 lalu, akhirnya dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan negeri (Kejari) selama empat bulan di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Baubau, Rabu (31/7).

Berdasarkan fakta di persidangan menurut Jaksa, terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana karena kelalainnya hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Peristiwa itu, saat terdakwa menjalankan kendaraannya berupa mobil di jalan Dr Wahidin sektor lama Kelurahan Wameo pada 14 Mei 2019 lalu.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan dituntut selama empat bulan penjara dan dikenai biaya perkara sebesar Rp 2 ribu,” kata Arman Mol SH, saat membacakan surat tuntutan di hadapan majelis hakim PN Baubau.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa menabrak DK (19) di jalan Dr Wahidin sektor lama Kelurahan Wameo pada 14 Mei 2019 lalu hingga korban menghembuskan nafas terakhirnya karena mengalami luka yang cukup serius. Akibat peristiwa itu, keluarga korban meninggalkan duka atas kepergian seorang remaja yang baru lulus di salah satu SMK tahun ini.

Majelis hakim PN Baubau yang diketuai oleh Hairuddin SH, didampingi dua orang hakim anggota Luthfi Alzaqladi SH dan Muhajir SH, telah memeriksa para saksi dan juga terdakwa sendiri di ruang sidang PN Baubau. Dalam keterangannya, terdakwa memundurkan mobilnya dari studio foto menuju jalan raya.

“Ada motor yang menyenggol kaca spion saya trus saya kaget. Saya biarkan dia lewat saya injak rem ternyata injak gas,”kata terdakwa, saat diperiksa di hadapan majelis hakim PN Baubau.

Ia menambahkan, ketika menginjak gas mobilnya langsung masuk ke badan jalan. Akibatnya, menabrak konter juga korban hingga meninggal dunia. Setelah itu terdakwa keluar dari mobil karena ditarik oleh seseorang. Kemudian terdakwa berjalan kaki menuju arah Polsek Murhum dan langsung menyerahkan diri.

“Saya ke Polsek Murhum trus saya melapor bahwa saya menabrak orang dan korbannya ada di rumah sakit,”tambahnya.

Terdakwa didakwa dengan pasal 310 ayat 4 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Disamping itu, terdakwa didampingi dengan Penasehat Hukumnya (PH) dan atas tuntutan Jaksa akan melakukan pembelaan secara tertulis. Perlu diketahui, terdakwa sudah memberikan santunan kepada keluarga korban sebesar Rp 55 juta.(m2)

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker