Seputar Indonesia

Terlibat Kerusuhan, Sejumlah Napi dari Rutan Solo Belum Menerima Putusan Pengadilan

PUBLIKSATU.COM – Sebanyak 6 dari total 11 orang narapidana Rutan Klas I Solo yang terlibat kerusuhan masih berada di sel tahanan Mapolda Jawa Tengah, Jumat (11/10). Belum diputuskan mereka bakal ditempatkan ke mana karena ada yang belum menerima putusan pengadilan.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, beberapa napi yang dipindah dari Rutan Solo ada yang belum disidang. Mereka merupakan titipan dari kejaksaan. “Begitu sidang dan putusannya di mana, (penahanannya) nanti menunggu pengadilan. Jadi ini kan masih dalam proses penanganan ini di kejaksaan,” kata Condro, Jumat (11/1).

Condro membeberkan, dari total 11 napi yang dipindah, selain ada enam narapidana yang dititipkan di tahanan Mapolda Jateng. Masih terdapat 5 lainnya yang dibawa ke Lapas Sragen dan sisanya di Lapas Wonogiri. “Keributan kemarin itu antara napi kasus 170 dan 363,” sambungnya.

Hingga kini, lanjut Kapolda, tidak ada penetapan tersangka usai kerusuhan di Rutan Solo. Alasannya, bentrok terjadi dinilai sebagai buntut keributan antar tahanan kemudian membuat pengunjung terprovokasi.

Mengenai penyebab keributan, saat ini tengah diselidiki oleh jajaran Polresta Surakarta. Selain itu, Condro mengaku dirinya telah bertemu dengan Kakanwil Kemenkumham Jateng untuk berkoordinasi terkait pengamanan di masing-masing lapas.

“Kemudian Polres-polres nanti di masing-masing lapas tersebut satu regu lah kita pertebal. Termasuk juga pengunjung juga lebih diperketat,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kerusuhan di Rutan Klas IA Solo terjadi pada Kamis (10/1) pagi. Keributan diduga dipicu suatu kesalahpahaman. Namun, Kepala Rutan kelas IA Solo, M. Ulin Nuha menyampaikan, kekacauan yang terjadi tidak hanya melibatkan para warga binaan atau tahanan saja. Tetapi, juga para pembesuk.

Topik

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblok Terdeteksi

Please consider supporting us by disabling your ad blocker